Bawaslu Kota Solok Cetak Pengawas Partisipatif untuk Wujudkan Pemilu 2029 Bermartabat

1 day ago 7

SOLOK KOTA – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Solok menyelenggarakan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) bertema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" di Kantor Bawaslu Kota Solok, Kamis (30/7). Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional Bawaslu yang bertujuan memperkuat pengawasan partisipatif melalui peningkatan kapasitas masyarakat sebagai mitra strategis dalam mengawal setiap tahapan Pemilu.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, dan dihadiri Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, SH, M.Kn, Ketua Bawaslu Kota Solok, Rafiqul Amin, S.Pd.I, M.Pd, beserta dua anggota komisioner Ilham Eka Putra, SE, MM, dan Eka Rianto, M.Pd, jajaran Bawaslu Kota Solok, serta peserta yang berasal dari unsur organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, mahasiswa, dan pelajar di Kota Solok.

Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Solok, Nurmishbah, S.Pd, M.Si, dalam laporannya menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan implementasi program nasional Bawaslu yang bertujuan membentuk kader-kader pengawas partisipatif di daerah. Melalui kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan tentang kepemiluan, pengawasan partisipatif, serta peran strategis masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Solok, Rafiqul Amin, menegaskan bahwa pengawasan Pemilu tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada penyelenggara. Menurutnya, keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan Pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat.

"Pengawasan Pemilu tidak mungkin hanya dilakukan oleh Bawaslu. Kami membutuhkan pengawas partisipatif yang berasal dari masyarakat. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami ingin meningkatkan kapasitas masyarakat agar mampu menjadi mitra Bawaslu dalam menjaga setiap tahapan Pemilu, khususnya di Kota Solok, " ujar Rafiqul Amin.

Ia menambahkan, melalui program tersebut diharapkan lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi agen edukasi demokrasi di lingkungan masing-masing sekaligus memperkuat budaya pengawasan masyarakat menjelang Pemilu 2029.

Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Alni, menjelaskan bahwa Pendidikan Pengawas Partisipatif merupakan program nasional yang pada 2026 dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia dengan melibatkan ribuan peserta. Program tersebut dinilai sebagai investasi jangka panjang dalam membangun demokrasi yang semakin kuat melalui partisipasi masyarakat.

"Harapan kami, para peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif ini menjadi penggerak di tengah masyarakat dalam memastikan pelaksanaan Pemilu Tahun 2029 berjalan aman, lancar, demokratis, dan berintegritas. Pengawasan yang efektif tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat yang memiliki pemahaman dan kepedulian terhadap demokrasi, " kata Alni.

Sementara itu, Wali Kota Solok, Dr. Ramadhani Kirana Putra, mengapresiasi penyelenggaraan Pendidikan Pengawas Partisipatif sebagai wadah pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pengawasan Pemilu.

Ia juga memberikan apresiasi terhadap profesionalisme dan integritas Bawaslu Kota Solok dalam menjalankan tugas pengawasan selama ini.

"Selama ini Bawaslu Kota Solok telah menunjukkan integritas yang tinggi. Meskipun saya mengenal para komisionernya secara pribadi, Bawaslu tetap menjalankan tugas secara profesional, independen, dan menjunjung tinggi integritas dalam setiap penyelenggaraan Pemilu di Kota Solok, " ujar Ramadhani.

Wali Kota juga mengajak seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkaya wawasan serta meningkatkan kepedulian terhadap demokrasi.

"Mari ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan seluruh materi yang diberikan karena kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menambah wawasan, membangun kepedulian, dan menyiapkan kita menjadi bagian dari pengawal demokrasi di Kota Solok, " pesannya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penandatanganan Deklarasi Pendidikan Pengawas Partisipatif sebagai bentuk komitmen bersama mendukung pengawasan Pemilu yang partisipatif, berintegritas, dan bermartabat menuju Pemilu 2029. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh Wali Kota Solok, Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Kabag Pengawasan Bawaslu Sumbar, Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Solok, Koordinator Sekretariat beserta jajaran, serta seluruh peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif.

Sebelum penandatanganan dilakukan, deklarasi dibacakan oleh perwakilan peserta dan diikuti seluruh peserta sebagai penegasan komitmen bersama untuk menjaga integritas demokrasi, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan Pemilu, serta menjadi agen perubahan dalam mewujudkan Pemilu 2029 yang jujur, adil, demokratis, dan bermartabat.

Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, Bawaslu Kota Solok berharap lahir generasi pengawas partisipatif yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan komitmen tinggi terhadap demokrasi. Para peserta diharapkan mampu menjadi mitra Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mengawal seluruh tahapan Pemilu 2029 agar terlaksana secara jujur, adil, transparan, dan berintegritas.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |