Herman Djide: Dari Desa hingga Kabupaten, Anggaran Harus Membela Potensi Lokal

9 hours ago 5

PANGKEP SULSEL - Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) anggaran tahun 2027 kini tengah digelar di berbagai kelurahan dan desa di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep). Forum tahunan ini menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi pembangunan yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi.

Salah satu hal yang patut menjadi perhatian serius dalam Musrenbang kali ini adalah prioritas anggaran untuk potensi lokal, termasuk sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, kerajinan dan industri,   Sektor-sektor inilah yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Pangkep, baik di wilayah daratan maupun kepulauan.

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar warga menggantungkan hidup dari bertani, melaut, berkebun,   beternak, kerajinan, dan industri kecil, Namun ironisnya, alokasi anggaran untuk sektor-sektor tersebut sering kali belum sebanding dengan peran strategisnya dalam menopang ekonomi daerah.

Seperti diantaranya Kebutuhan mendesak yang seharusnya masuk dalam prioritas Musrenbang adalah anggaran pembuatan pupuk kompos dan pupuk cair berbasis potensi lokal. Selain ramah lingkungan, pupuk ini dapat menekan ketergantungan petani terhadap pupuk kimia yang kerap langka dan mahal.

Tidak cukup hanya menganggarkan pengadaan, pemerintah daerah juga perlu mengalokasikan dana khusus untuk pelatihan pembuatan pupuk kompos dan pupuk cair bagi petani dan kelompok tani. Pengetahuan dan keterampilan adalah kunci agar program tidak berhenti pada proyek jangka pendek.

Di sektor perikanan, nelayan kecil juga membutuhkan perhatian yang sama. Mulai dari dukungan sarana produksi, pengolahan hasil tangkap, hingga pelatihan pengolahan pascapanen agar nilai jual produk perikanan meningkat dan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah.

Perkebunan dan peternakan pun memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara berkelanjutan. Limbah pertanian dan peternakan bahkan dapat diolah menjadi pupuk organik, menciptakan sistem ekonomi sirkular yang saling menguatkan antar sektor.

Sayangnya, dalam banyak Musrenbang, usulan sektor pertanian dan perikanan kerap kalah oleh proyek fisik yang lebih terlihat secara kasat mata. Padahal, pembangunan sejati bukan hanya soal beton dan aspal, tetapi juga soal keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat.

Anggaran modal keberlanjutan juga perlu mendapat tempat penting. Bantuan tanpa pendampingan dan kesinambungan hanya akan habis tanpa dampak jangka panjang. Program yang serius harus disertai pendampingan, monitoring, dan evaluasi yang berkelanjutan.

Pemerintah desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten diharapkan memiliki visi yang sama dalam memperjuangkan sektor-sektor unggulan daerah. Musrenbang seharusnya menjadi wadah memperkuat arah pembangunan berbasis potensi lokal, bukan sekadar ritual tahunan.

Dengan potensi alam yang melimpah, Pangkep sebenarnya memiliki peluang besar menjadi daerah yang mandiri pangan dan kuat secara ekonomi. Namun peluang tersebut hanya bisa diwujudkan jika anggaran disusun dengan kesungguhan dan keberpihakan pada rakyat.

Keseriusan dalam menganggarkan kebutuhan pertanian, perikanan, dan perkebunan juga akan berdampak langsung pada pengurangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ketika petani dan nelayan kuat, maka ekonomi daerah pun akan ikut tumbuh.

Musrenbang 2027 harus menjadi momentum perubahan. Anggaran untuk sektor-sektor produktif harus diseriusi, direncanakan dengan matang, dan dijalankan secara konsisten. Bukan asal ada, tetapi benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat Pangkep

Pangkep 11 Januari 2026

Herman Djide 

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Jurnalis Nasional Indonesia Cabang Kabupaten Pangkajene Kepulauan Provinsi Sulawesi Selatan Herman 

Read Entire Article
Karya | Politics | | |