Klarifikasi Tuntas Insiden SPPG Coppo 4 Barru: Korban dan Pengelola Beberkan Fakta Sebenarnya

1 day ago 7

BARRU – Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dapur Coppo 4 Barru bersama korban secara tegas membantah narasi salah satu media yang menuding adanya upaya menutupi insiden kecelakaan kerja di lingkungan dapur pelayanan tersebut.

​Dalam rilis resmi yang disampaikan pada Kamis (30/7/2026), Kepala SPPG Coppo 4 Barru, Muh. Aulyaurrahman, bersama pihak korban meluruskan simpang siur informasi atas insiden murni yang terjadi pada Sabtu (12/7/2026) lalu.

Penanganan medis, evakuasi, hingga pendampingan dipastikan berlangsung cepat, transparan, dan bertanggung jawab sejak menit awal.

​Kronologi Murni Musibah Kerja Bakti

​Aulyaurrahman menjelaskan, insiden tersebut terjadi di luar jam operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat itu sedang libur. Para relawan hadir berinisiatif melakukan kerja bakti secara sukarela untuk membersihkan ruangan serta peralatan dapur di divisi masing-masing.

​Saat meninjau pembersihan, Aulyaurrahman melihat beberapa peralatan tinggi—seperti exhaust fan—memerlukan alat bantu obeng dan kunci. Atas sepengetahuan para relawan, ia sempat izin pulang sebentar untuk mengambil peralatan tersebut.

​Namun tak lama kemudian, insiden tak terduga terjadi. Rahmatullah, salah satu relawan dapur, terjatuh saat beraktivitas. Tanpa mengulur waktu, pengelola bersama mitra dapur dan sesama relawan langsung melarikan Rahmatullah ke RSUD La Patarai Barru.

​Pengakuan Langsung Korban: Murni Unsur Ketidaksengajaan

​Merespons isu miring yang berkembang, Rahmatullah (korban) memberikan kesaksian langsung untuk membantah spekulasi publik. Ia menegaskan bahwa kejadian yang dialaminya merupakan musibah murni tanpa ada unsur kesengajaan atau kelalaian dari pengelola.

​"Kejadian itu murni ketidaksengajaan, saya terjatuh saat pembersihan. Saat itu juga mitra dapur, Kepala SPPG, dan kawan-kawan relawan langsung membawa saya ke rumah sakit. Mereka bahkan menawarkan untuk menggunakan BPJS Ketenagakerjaan, tetapi saya sendiri yang memilih memakai KIS atas kemauan pribadi, " ungkap Rahmatullah.

​Ia juga menambahkan bahwa kondisi fisiknya sejak awal tiba di IGD dalam keadaan sadar penuh hingga bisa berjalan sendiri.

​"Awalnya saya tidak mau dirawat inap dan minta pulang karena merasa baik-baik saja, tetapi dokter menyarankan untuk observasi. Selama saya dirawat di rumah sakit, Kepala SPPG, mitra, dan seluruh tim relawan rutin mengunjungi dan memastikan kondisi saya, " tambahnya.

​Observasi Medis Selesai, Korban Kembali Bekerja Normal

​Setelah menjalani observasi selama tiga hari pada bagian kepala untuk memastikan keamanan organ vital, tim medis RSUD La Patarai menyatakan kondisi Rahmatullah sehat walafiat.

​Mengenai teknis administrasi, ruang perawatan, maupun rekam medis, Aulyaurrahman menegaskan hal itu sepenuhnya menjadi domain dan prosedur internal rumah sakit. Setelah beristirahat beberapa hari pasca-rawat inap, Rahmatullah kini telah pulih total dan sudah aktif kembali bekerja sebagai relawan di SPPG Coppo 4 sejak Senin lalu.

​Pihak pengelola menyayangkan adanya pihak tertentu yang memanfaatkan insiden ini untuk memojokkan keberadaan Dapur MBG Coppo 4, padahal pihak korban sendiri sama sekali tidak keberatan dan justru mengapresiasi tanggung jawab penuh pengelola.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |