LANNY JAYA - Di tengah keheningan pegunungan Lanny Jaya, Papua Pegunungan, sebuah jalinan makna mendalam terukir antara personel TNI dan warga Kampung Tumbupur. Minggu, (11/1/2026), menjadi saksi bisu penguatan iman dan perekat persaudaraan saat Satgas Yonif 408/Sbh Titik Kuat (TK) Tumbupur menggelar Ibadah Minggu bersama masyarakat setempat.
Suasana khidmat menyelimuti gereja sederhana Kampung Tumbupur. Para prajurit dan warga duduk berdampingan, merangkai doa dan pujian tanpa sekat. Momen ini menjadi ruang perjumpaan spiritual yang tulus, menumbuhkan ketenangan dan harapan akan kedamaian di hati setiap insan.
Kapten Inf Panca, Komandan Pos Tumbupur, mengungkapkan betapa ibadah bersama ini menjadi sumber kekuatan batin bagi para prajurit di tengah beratnya tugas pengamanan.
“Di daerah penugasan yang jauh dari keluarga dan penuh keterbatasan, ibadah adalah sumber kekuatan bagi kami. Beribadah bersama masyarakat mengingatkan kami bahwa kami adalah saudara. Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan tugas, tetapi untuk menjaga, melindungi, dan melayani dengan hati, ” ujarnya.
Pendeta Paulus Tabuni, pimpinan gereja setempat, turut mengapresiasi kehadiran Satgas Yonif 408/Sbh sebagai wujud nyata kasih dan kepedulian.
“Kehadiran bapak-bapak TNI dalam ibadah ini adalah berkat bagi kami. Mereka datang bukan hanya membawa tugas negara, tetapi juga membawa kasih dan keteladanan. Kami mendoakan agar Tuhan senantiasa melindungi dan memberkati setiap langkah pengabdian mereka, ” ungkapnya.
Tak hanya merajut kebersamaan spiritual, usai ibadah, Satgas Yonif 408/Sbh tak lupa menggelar pelayanan kesehatan gratis. Halaman gereja seketika berubah menjadi pusat kepedulian, di mana personel kesehatan Satgas memberikan pemeriksaan, pengobatan ringan, dan konsultasi medis bagi masyarakat. Di wilayah dengan akses medis terbatas, layanan ini menjadi simbol kehadiran negara yang tak hanya menjaga keamanan, tetapi juga merawat kehidupan.
Aktivitas ini menegaskan komitmen Satgas Yonif 408/Sbh TK Tumbupur untuk terus hadir di tengah masyarakat dengan pendekatan humanis. Melalui ibadah dan pelayanan kesehatan terpadu, mereka berupaya memperkuat iman, menumbuhkan rasa aman, serta menjaga keharmonisan demi terwujudnya Papua yang damai dan penuh harapan. (Wartamiliter)











































