MOROWALI, Sulawesi Tengah– Suasana meriah menyelimuti Desa Puntari Makmur, Kecamatan Wita Ponda, Kabupaten Morowali, saat Polres Morowali menggelar Grasstrack Balap Manol (Motor Angkut Gabah Petani) dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema "Polri untuk Masyarakat" ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Sejak pagi, ratusan warga memadati arena perlombaan untuk menyaksikan aksi para peserta yang menguji ketangkasan mengendarai manol, kendaraan yang sehari-hari digunakan petani untuk mengangkut hasil panen.
Acara dibuka secara resmi oleh Wakapolres Morowali, Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa, S.H. Hadir pula Kapolsek Wita Ponda IPTU Armawansyah, S.H., Camat Wita Ponda Nasron, S.Sos., tokoh masyarakat, serta para peserta dan warga dari berbagai wilayah.
Dalam sambutannya, Wakapolres Morowali mengatakan bahwa penyelenggaraan Balap Manol bukan sekadar menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi terhadap para petani yang selama ini berperan penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, manol memiliki nilai historis dan sosial yang kuat bagi masyarakat pedesaan. Kendaraan sederhana tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan para petani dalam menunjang aktivitas pertanian, sehingga layak diangkat sebagai bagian dari kearifan lokal yang patut dijaga dan dilestarikan.
"Manol bukan hanya kendaraan pengangkut gabah, tetapi simbol perjuangan petani, semangat gotong royong, kreativitas masyarakat, serta ketangguhan dalam membangun daerah. Melalui kegiatan ini, Polri ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat serta bersama-sama menjaga nilai kebersamaan dan persatuan, " ujar Kompol I Nyoman Raka Arya Wiyasa.
Ia menambahkan, Grasstrack Balap Manol menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus membangun ruang kebersamaan melalui kegiatan yang positif dan menghibur.
"Kegiatan ini bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat masyarakat dalam mendukung sektor pertanian sebagai fondasi kesejahteraan daerah. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Morowali, " tambahnya.
Sorak-sorai penonton terdengar sepanjang perlombaan berlangsung. Para peserta tampil penuh semangat menaklukkan lintasan tanah dengan kendaraan manol yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan balapan. Keunikan perlombaan tersebut menjadi hiburan tersendiri sekaligus memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam mengangkat alat pertanian menjadi atraksi yang menarik.
Melalui peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polres Morowali menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung pelestarian budaya lokal, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendorong semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Dengan mengusung semangat "Polri untuk Masyarakat", Polres Morowali berharap sinergi yang telah terjalin dengan masyarakat semakin kuat, sehingga tercipta lingkungan yang aman, harmonis, dan sejahtera dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.

















































