TIMIKA - Di tengah bentang alam Papua yang kaya budaya, kehadiran Tentara Nasional Indonesia (TNI) kini menjadi simbol harapan baru. Melalui Komando Operasi Habema (Koops Habema), TNI tidak hanya menjalankan tugas menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tetapi juga merajut kedamaian dengan sentuhan kemanusiaan. Pendekatan yang mengedepankan dialog dan persuasi telah membuka pintu lebar bagi anggota kelompok bersenjata untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, sebuah bukti nyata bahwa perdamaian adalah hasil dari upaya bersama.
Strategi teritorial yang diterapkan TNI di Tanah Papua berakar pada nilai-nilai luhur: membangun dialog yang tulus, melindungi setiap warga sipil tanpa terkecuali, serta merangkul dan menghormati kearifan lokal yang telah mengakar turun-temurun. TNI hadir lebih dari sekadar kekuatan pertahanan; mereka adalah mitra strategis masyarakat, membangun jembatan kepercayaan, membuka saluran komunikasi yang lancar, dan menciptakan pondasi stabilitas jangka panjang yang kokoh.
“TNI hadir untuk membawa kedamaian dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan NKRI. Negara tidak pernah menutup pintu bagi anak bangsa yang memilih jalan damai, ” tegas Panglima Komando Operasi Habema, Mayjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si., di Timika pada Sabtu (10/1/2026). Pernyataan ini mencerminkan hati yang tulus untuk merangkul, bukan memukul.
Keberhasilan yang diraih ini bukanlah hasil kerja satu pihak semata. Mayjen TNI Lucky Avianto menambahkan, capaian ini merupakan buah dari sinergi yang erat dan harmonis antara TNI, pemerintah daerah, para tokoh adat yang bijaksana, tokoh agama yang menjadi panutan, serta seluruh elemen masyarakat. Mereka semua memiliki visi yang sama: mewujudkan Papua yang aman, damai, dan sejahtera, sebuah impian yang kini kian nyata.
Di luar tugas pengamanan wilayah yang diemban, para prajurit TNI juga tak sungkan turun tangan dalam berbagai kegiatan sosial yang menyentuh hati masyarakat. Mulai dari pelayanan kesehatan gratis yang meringankan beban, pendampingan sosial bagi mereka yang membutuhkan, hingga pengamanan setiap aktivitas keseharian warga. Pendekatan multi-dimensi ini diharapkan dapat semakin memperkuat kepercayaan publik, meyakinkan masyarakat bahwa negara benar-benar hadir dan peduli di setiap sudut Papua.
“Keamanan adalah prasyarat utama pembangunan. Dengan situasi yang kondusif, masyarakat dapat beraktivitas dengan normal, anak-anak bersekolah dengan aman, dan roda perekonomian bisa berjalan, ” lanjut Pangkoops Habema, menggarisbawahi betapa vitalnya stabilitas untuk kemajuan.
Perlahan namun pasti, stabilitas keamanan yang semakin membaik ini mulai mempercepat pemulihan kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Kembalinya sejumlah pihak yang sebelumnya memilih jalur kekerasan menjadi bukti sahih bahwa pendekatan dialogis dan persuasif jauh lebih efektif dalam menumbuhkan perdamaian yang lestari ketimbang kekerasan yang hanya meninggalkan luka.
Ke depan, TNI melalui Koops Habema menegaskan komitmennya yang tak tergoyahkan untuk terus menjaga denyut stabilitas keamanan Papua. Prinsip profesionalisme yang tinggi, jiwa humanisme yang kuat, dan penegakan supremasi hukum akan senantiasa menjadi panduan, demi mewujudkan sebuah Papua yang damai, maju, dan bermartabat, kokoh dalam bingkai NKRI yang tak terpisahkan. (Wartamiliter)








































