JAKARTA - Universitas Mercu Buana (UMB) menunjukkan kepedulian mendalam dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan vital ke 11 desa di Aceh yang dilanda banjir bandang awal Januari 2026. Bantuan ini menjadi jangkar harapan bagi ratusan warga terdampak, mencakup bahan pangan, pakaian hangat, perlengkapan ibadah, alat pertukangan, serta Al-Quran yang sangat dibutuhkan.
Banjir bandang yang menerjang wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara sejak 18 hingga 27 November 2025, meninggalkan luka mendalam. Ratusan nyawa melayang, rumah rata dengan tanah, fasilitas pendidikan rusak parah, dan akses transportasi terputus, menciptakan pemandangan pilu yang tak terlupakan.
Pengawas Yayasan Menara Bhakti, Dr. Hadri Mulya, menegaskan bahwa aksi mulia ini merupakan perwujudan nyata dari pengabdian kepada masyarakat, salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi. "Meskipun jumlahnya terbatas, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana, " ujarnya, menekankan komitmen UMB untuk hadir di tengah kesulitan.
Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Andi Adriansyah, M.Eng, menyatakan bahwa kepedulian terhadap korban bencana adalah janji institusional UMB. Beliau mengingatkan rekam jejak UMB dalam berbagai aksi kemanusiaan, termasuk bantuan senilai Rp 900 juta untuk gempa di Palu, Lombok, Wonosobo, Banten, dan Lampung pada 2019; Rp 170 juta untuk erupsi Gunung Semeru di Lumajang pada 2021; serta Rp 90 juta untuk korban bencana di Sumur, Selat Sunda, pada 2022. "Universitas Mercu Buana berupaya terus hadir membantu masyarakat yang terdampak musibah di berbagai daerah, " tegasnya.
Wakil Rektor II UMB, Prof. Rizky Briandana, Ph.D, menambahkan bahwa bantuan difokuskan pada kebutuhan mendesak yang paling dirasakan warga. "Bantuan dikirimkan langsung ke titik-titik posko dan diterima oleh warga. Kami mengutus Dr. Achmad Jamil dan Moestanuzul Indrawan, MT, ke Medan untuk selanjutnya menuju Aceh pada 5 hingga 10 Januari 2026, " jelasnya.
Achmad Jamil, Ketua UMB Peduli Bencana, yang ditemui di Aceh Tamiang, merinci distribusi bantuan ke tiga kabupaten, empat kecamatan, dan 11 desa. Wilayah yang menjadi fokus meliputi Kabupaten Aceh Timur (Kecamatan Julok: Desa Blang Gleum dan Desa Tanjong Tok Blang), Kabupaten Aceh Utara (Kecamatan Langkahan: Desa Gampong Geudumbak, Desa Tanjong Dalam, Desa Lueng Angen, dan Desa Tanjong Selamat), serta Kabupaten Aceh Tamiang (Kecamatan Bandar Pusaka: Desa Serba, Desa Barang Ara, Dusun Melati; dan Kecamatan Karang Baru: Desa Tanjung Karang dan Desa Menanggini).
Ucapan terima kasih yang tulus datang dari Ust. Mulkana (43), Dewan Guru Pondok Pesantren Darul Mukhlishin, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang. Pondok pesantren ini sempat menjadi sorotan publik karena kokoh berdiri sebagai benteng alami di tengah terjangan banjir bandang, dikelilingi tumpukan kayu besar akibat derasnya arus.
Senada, Ustadz Musri (41), Kepala Dusun Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara, mengungkapkan rasa haru dan tak lupa mendoakan kemajuan Universitas Mercu Buana atas bantuan yang diberikan. Abd. Rahman, S.Pd, tokoh masyarakat Desa Blang Gleum, Kecamatan Julok, Aceh Timur, juga menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian UMB yang rela menempuh jarak jauh untuk meringankan penderitaan warga.
Bantuan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban pemulihan awal masyarakat terdampak, tetapi juga menjadi katalisator penguatan semangat gotong royong dalam menghadapi cobaan bencana alam yang tak terduga. (PERS)


















































