Wawako Solok Buka Konsultasi Publik Ranwal RKPD 2027, Dorong Perencanaan Pembangunan Partisipatif

9 hours ago 1

SOLOK KOTA – Wakil Wali Kota Solok H. Suryadi Nurdal secara resmi membuka acara Konsultasi Publik Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Solok Tahun 2027. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif, transparan, dan akuntabel. Acara berlangsung di Akmal Room Bapperida, Kamis (5/2).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Solok Dr. Desmon, para Staf Ahli dan Asisten, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Camat se-Kota Solok, Kepala Instansi Vertikal, Direktur PDAM, Rektor Perguruan Tinggi se-Kota Solok, Ketua KAN, LKAAM dan Bundo Kanduang Kota Solok, serta perwakilan organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Solok menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh undangan dan peserta yang telah meluangkan waktu untuk hadir, baik secara langsung maupun melalui daring, pada Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Solok Tahun 2027. Menurutnya, forum ini memiliki makna strategis sebagai ruang bersama untuk menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah sebelum dirumuskan lebih lanjut dalam dokumen RKPD.

Wakil Wali Kota menjelaskan bahwa RKPD Kota Solok Tahun 2027 merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Solok Tahun 2025–2029. Dokumen perencanaan tersebut disusun untuk mewujudkan visi pembangunan jangka menengah Kota Solok, yakni penguatan fondasi transformasi menuju Solok Kota Madani.

Dalam paparannya, Wawako menyampaikan sejumlah capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren positif. Pertumbuhan ekonomi Kota Solok dalam tiga tahun terakhir terus mengalami peningkatan, dengan capaian pada tahun 2024 sebesar 4, 55 persen. Capaian ini merupakan hasil dari berbagai kebijakan dan stimulus ekonomi yang terus digalakkan oleh Pemerintah Kota Solok.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia Kota Solok juga menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Pada tahun 2024, IPM Kota Solok mencapai angka 80, 60 dan masuk dalam kategori sangat tinggi. Capaian ini mencerminkan peningkatan kualitas sumber daya manusia di berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan daya beli masyarakat.

Wakil Wali Kota juga menyampaikan bahwa angka kemiskinan Kota Solok pada tahun 2024 tercatat sebesar 3, 07 persen dengan jumlah penduduk miskin sekitar 2.400 jiwa. Dengan angka tersebut, Kota Solok menempati posisi kedua terendah di Sumatera Barat dan berada pada peringkat sembilan terendah secara nasional. Sementara itu, tingkat pengangguran pada tahun 2024 berada di angka 3, 6 persen. Ke depan, Pemerintah Kota Solok akan terus mendorong pengembangan ekonomi kreatif agar tenaga kerja muda dapat mengembangkan potensi dan berkontribusi dalam menekan angka pengangguran.

Forum Konsultasi Publik ini dinilai sangat penting untuk memastikan bahwa RKPD Tahun 2027 benar-benar mencerminkan kebutuhan riil masyarakat, sekaligus tetap realistis terhadap kapasitas fiskal dan kewenangan daerah. Oleh karena itu, Wakil Wali Kota mengajak seluruh peserta untuk berpartisipasi aktif dengan memberikan masukan yang konstruktif dan solutif dalam menjawab tantangan pembangunan ke depan.

Ia menegaskan bahwa pola kerja lama tidak lagi relevan. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, dan setiap program pembangunan harus berkontribusi langsung terhadap pencapaian tujuan pembangunan daerah. Melalui forum ini, Wawako berharap dapat dihasilkan Rancangan Awal RKPD Kota Solok Tahun 2027 yang berkualitas, aspiratif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan Kota Solok di masa mendatang.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |