Jakarta, 15 Maret 2026* - Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan percepatan pembangunan fasilitas dasar pendidikan di kawasan transmigrasi.
Melalui Kementerian Transmigrasi, program pembangunan toilet dan sarana air bersih (SAB) serta revitalisasi sekolah digulirkan di berbagai daerah terpencil, menghadirkan perubahan nyata bagi siswa dan masyarakat di wilayah transmigrasi.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbaikan fasilitas pendidikan merupakan langkah mendasar untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
“Begitu banyak sekolah-sekolah yang rusak, padahal kalau kita buka-bukaan anggaranya ada, bagaimana bisa satu sekolah toiletnya hanya satu, WCnya satu, bagaimana bisa?. Karena itu sekolah harus bagus, harus bersih, tidak boleh ada sekolah yang atapnya runtuh dan tidak boleh ada sekolah yang tidak memiliki WC untuk anak-anaknya, " kata Prabowo, ditulis Minggu (15/3).
Terbaru, per Minggu (15/3), Kementerian Transmigrasi mencatat sebanyak 454 unit toilet dan sarana air bersih telah dibangun di 27 provinsi yang mencakup 122 kabupaten, 231 kecamatan, dan 399 desa.
Selain sanitasi, pemerintah juga mempercepat revitalisasi sekolah. Hingga saat ini tercatat 478 sekolah telah direvitalisasi di 27 provinsi, meliputi 114 kabupaten, 218 kecamatan, dan 406 desa yang berada di 129 kawasan transmigrasi. Perbaikan tersebut mencakup ruang kelas, atap bangunan, pengecatan, hingga fasilitas pendukung belajar.
Di Sumatra, pembangunan 123 unit toilet dan SAB mengubah kondisi sanitasi di sejumlah sekolah yang sebelumnya masih menggunakan ember, gayung, dan toilet jongkok sederhana. Kini fasilitas tersebut telah diperbarui menjadi toilet duduk yang lebih bersih dan nyaman.
Revitalisasi sekolah juga membuat bangunan yang dulunya kusam dengan cat terkelupas dan atap bolong berubah rapi layaknya sekolah baru.
Di Kalimantan, pembangunan 70 unit toilet dan SAB menghadirkan perubahan penting. Salah satu sekolah yang sebelumnya tidak memiliki toilet kini telah dilengkapi fasilitas sanitasi berstandar baik. Sementara itu, revitalisasi dilakukan di 72 sekolah sehingga siswa tidak lagi belajar di ruang kelas yang bocor ketika hujan.
Di Sulawesi, program serupa menjangkau 158 unit pembangunan toilet dan SAB serta revitalisasi 155 sekolah.
Program ini juga menjangkau kawasan timur Indonesia. Di Maluku, pembangunan 22 unit toilet dan SAB dilakukan di sejumlah titik, sementara revitalisasi berlangsung di 47 sekolah.
Di Nusa Tenggara, pembangunan sanitasi dilakukan di 57 lokasi dengan revitalisasi 51 sekolah. Adapun di Papua, 24 unit toilet dan SAB dibangun bersamaan dengan revitalisasi 32 sekolah.
“Pendidikanlah yang menentukan apakah negara ini menjadi negara miskin atau negara yang baik untuk rakyatnya. Karena itu kita harus memperbaiki sebanyak-banyak sekolah di seluruh Indonesia secepat mungkin, ” tambah Prabowo.
Prabowo menegaskan, lingkungan belajar yang bersih, aman, dan layak diharapkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pemerataan pembangunan nasional.






































