60 Calon Paskibraka Sambut Ny. Kurniati di Solok Sehat, Formasi Penghormatan Bikin Haru

1 week ago 5

SOLOK – Suasana berbeda terlihat dalam kegiatan Solok Sehat yang rutin digelar setiap Minggu pagi di kawasan GOR Batu Batupang, Kotobaru, Kabupaten Solok, Minggu (9/8). Sebanyak 60 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang tengah menjalani masa karantina memberikan sambutan istimewa kepada Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Kurniati Jon Firman Pandu, S.Si., M.Si.

Kehadiran Ny. Kurniati di kawasan GOR Batu Batupang disambut para siswa yang sedang mengikuti Training Center (TC) persiapan Paskibraka. Begitu tiba di area parkir, puluhan siswa tersebut langsung membentuk formasi khas pasukan pengibar bendera di sekeliling Ny. Kurniati.

Dengan mengenakan seragam olahraga yang serasi, para calon Paskibraka memberikan penghormatan secara rapi dan penuh semangat. Momen spontan tersebut menghadirkan suasana yang tidak hanya disiplin, tetapi juga sarat nuansa kebangsaan.

Para calon Paskibraka berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Solok. Mereka saat ini menjalani pembinaan dan latihan intensif sebagai persiapan mengemban tugas pada Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Setelah prosesi penyambutan, para siswa kemudian mengiringi Ny. Kurniati jogging mengelilingi lintasan GOR Batu Batupang. Kegiatan dilanjutkan dengan senam sehat bersama dalam rangkaian Solok Sehat.

Momen tersebut ternyata menyentuh hati Ny. Kurniati. Ia mengaku terkesan melihat kondisi para calon Paskibraka yang tetap menunjukkan semangat meski tubuh mereka terlihat lelah setelah menjalani latihan fisik selama masa karantina.

“Keringat yang mengalir deras dan menetes di dagu mereka, secara spontan naluri seorang ibu melihat anaknya seperti itu langsung membuat hati saya bergetar, ” ujar Ny. Kurniati.

Menurutnya, perubahan fisik yang terlihat pada para siswa setelah menjalani latihan di bawah terik matahari justru memperlihatkan proses perjuangan yang sedang mereka jalani. Di balik wajah lelah dan kulit yang mulai menggelap, terdapat semangat serta keteguhan generasi muda yang sedang ditempa.

Ny. Kurniati memahami bahwa latihan selama masa karantina merupakan proses panjang yang membutuhkan kedisiplinan, ketahanan fisik dan mental. Selama 17 hari, para calon Paskibraka menjalani latihan dengan intensitas tinggi sebagai bagian dari persiapan menjalankan tugas kenegaraan.

“Latihan ini memang berat, disiplin yang diterapkan juga keras dan intensitas fisiknya tinggi. Tetapi semua itu adalah proses untuk membentuk mereka menjadi pribadi yang lebih disiplin, ” tuturnya.

Ia menegaskan, pembentukan Paskibraka tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan baris-berbaris dan menjalankan tugas pada upacara kemerdekaan. Lebih dari itu, proses tersebut menjadi sarana membangun karakter, tanggung jawab, kedisiplinan dan ketahanan diri.

Ny. Kurniati berharap nilai-nilai yang diperoleh para siswa selama mengikuti karantina dapat terus diterapkan dalam kehidupan mereka setelah tugas sebagai Paskibraka selesai.

“Anak-anak ini bukan hanya sedang dilatih menjadi Paskibraka. Mereka sedang ditempa untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan. Mudah-mudahan apa yang mereka jalani selama karantina ini menjadi bekal dalam menentukan pola hidup dan prinsip hidup ke depan, ” ungkapnya.

Bagi Ny. Kurniati, setiap tetes keringat dan rasa lelah yang dirasakan para calon Paskibraka merupakan bagian dari perjalanan berharga dalam membentuk generasi muda yang memiliki karakter kuat.

Kehadiran 60 calon Paskibraka dalam kegiatan Solok Sehat pun memberikan warna tersendiri. Aktivitas olahraga bersama tersebut mempertemukan semangat menjaga kesehatan, kebersamaan masyarakat dan perjuangan generasi muda Kabupaten Solok yang tengah mempersiapkan diri menjalankan tugas kebangsaan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui momentum tersebut, kegiatan Solok Sehat tidak hanya menjadi ruang untuk menjaga kebugaran masyarakat, tetapi juga menjadi panggung kebersamaan untuk memberikan dukungan moral kepada para calon Paskibraka yang sedang menjalani proses pembinaan dan persiapan menuju tugas penting pada peringatan kemerdekaan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |