Aliansi Warga Terate Kediri Minta Berita Provokatif 'Take Down'

1 month ago 10

KEDIRI KOTA - Suasana kurang nyaman menyelimuti kantor redaksi media online Kediri Tangguh di Jalan Semeru, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, pada Selasa (14/7/2026) siang. Sekelompok perwakilan dari Aliansi Warga Terate Kediri mendatangi lokasi tersebut, membawa aspirasi yang kuat terkait pemberitaan yang mereka nilai berpotensi memicu provokasi dan kegaduhan di wilayah Kediri Raya.

Perwakilan Aliansi Terate Kediri, yang terdiri dari Saiful Iskak, Andre, Revi Pandega, dan Trio, secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka kepada awak redaksi Kediri Tangguh. Inti dari pertemuan tersebut adalah permintaan mendesak agar berita yang dianggap provokatif dan berpotensi menimbulkan kegaduhan segera dihapus dari website dan seluruh platform media sosial Kediri Tangguh.

Andre, selaku Koordinator Aliansi Warga Terate Kediri, mengungkapkan kelegaan atas respons positif yang diterima. "Alhamdulillah Mas Nanang juga kooperatif dan mau menemui perwakilan aksi damai, " ujarnya. Ia menambahkan bahwa pimpinan redaksi telah menyatakan kesiapannya untuk membuat surat pernyataan tertulis dan menghapus semua tautan berita yang dinilai memuat unsur provokatif.

Andre menjelaskan lebih lanjut bahwa permasalahan ini berawal dari pemberitaan yang dianggapnya mengandung provokasi dan kegaduhan, khususnya terkait berita pengrusakan rumah warga di wilayah Kediri. Ia menekankan selama ini di Kediri Raya tidak pernah ada permasalahan. Namun, kemunculan berita inilah yang dikhawatirkan memicu pro dan kontra di masyarakat.

"Kami meminta kepada Mas Nanang untuk take down berita di semua link yang ada di Kediri Tangguh dan juga akan membikin pernyataan permintaan maaf, " tegas Andre. Ia berharap ke depannya tidak ada lagi pemberitaan yang bersifat provokatif dan menimbulkan kegaduhan di Kediri Raya. "Marilah kita jaga kondusifitas Kediri Raya, " ajaknya dengan tulus.

Menanggapi hal tersebut, Nanang Priyo Basuki selaku Pimpinan Redaksi Kediri Tangguh, menyampaikan permintaan maafnya secara terbuka. "Saya menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas nama Pimpinan Redaksi kepada saudara aliansi dan masyarakat warga Kota Kediri, " ungkapnya.

"Saya akui saya hanya manusia biasa penuh kekhilafan. Saya berharap dari pertemuan hari ini kemudian jangan menjadikan putus silaturahmi, " lanjut Nanang. Ia pun menegaskan komitmennya untuk segera menghapus berita yang dimaksud. "Setelah ini saya takedown. Saya minta maaf. Saya tidak tahu kalau PSHT itu ada dua. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, " tuturnya, mengakhiri pertemuan dengan harapan terciptanya pemahaman bersama.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |