UNGARAN - Kabar gembira bagi para pemudik yang melintas di wilayah Jawa Tengah. Volume arus mudik dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah terpantau mengalami penurunan yang cukup signifikan. Menindaklanjuti kondisi ini, jajaran Polres Semarang bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah secara resmi mengakhiri rekayasa lalu lintas one way lokal di ruas Tol Semarang-Solo.
Normalisasi arus lalu lintas ini mulai diberlakukan pada Kamis malam, (19/3/2026), sekitar pukul 21.00 WIB. Keputusan ini menandai dibukanya kembali arus dua arah secara normal di ruas tol mulai dari Simpang Susun Kalikangkung hingga KM 459. Sebelumnya, sistem satu arah sempat diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan pemudik.
Kasat Lantas Polres Semarang, AKP Lingga Ramadhani, turut memimpin langsung proses pengakhiran rekayasa one way lokal ini. Beliau menjelaskan bahwa kendaraan yang sebelumnya dialihkan keluar melalui Exit Tol Tingkir saat menuju Solo, kini sudah dapat melanjutkan perjalanan mereka melalui jalur tol hingga mencapai Exit Krapyak, Kota Semarang.
“Setelah kami melakukan koordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas serta polres jajaran, arus dari arah Solo sudah kami normalisasikan hingga Simpang Susun Krapyak. Untuk malam ini, rekayasa one way lokal kami hentikan sementara, ” tegas AKP Lingga.
Keputusan strategis ini diambil setelah melalui pemantauan yang cermat terhadap volume kendaraan di berbagai titik krusial, terutama di Gerbang Tol Banyumanik. Data mencatat adanya penurunan jumlah kendaraan yang cukup mencolok, mencapai sekitar 2.000 unit, dalam rentang waktu dari pukul 18.00 hingga 21.00 WIB.
“Kami mencatat adanya penurunan signifikan arus kendaraan dari arah Jakarta. Tren ini terus menurun hingga malam hari, sehingga menjadi dasar pertimbangan kami untuk melakukan normalisasi, ” jelas AKP Lingga.
Meskipun demikian, pihak kepolisian mengingatkan bahwa kebijakan normalisasi ini bersifat dinamis dan situasional. Artinya, rekayasa lalu lintas berupa one way lokal dapat sewaktu-waktu diaktifkan kembali apabila terjadi lonjakan arus kendaraan yang kembali meningkat.
“Normalisasi ini tidak permanen. Jika terjadi peningkatan volume kendaraan atau ada instruksi dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, maka one way lokal akan kembali kami terapkan, ” pungkas AKP Lingga.
Langkah cepat dan adaptif yang diambil oleh jajaran kepolisian ini diharapkan dapat menjaga kelancaran arus mudik serta memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh pengguna jalan tol yang melintas di wilayah Jawa Tengah. (PERS)





































