Atap Rumah Djarwoto Segera Terwujud Berkat Kepedulian Kapolresta Banyumas

3 hours ago 2

Banyumas - Titik terang mulai menyinari harapan Djarwoto, seorang juru parkir di belakang Pasar Kliwon Karanglewas, untuk kembali memiliki tempat berteduh yang layak. Hanya sehari setelah rumahnya dilalap api pada Selasa (01/09/2026), kepedulian dan bantuan dari berbagai pihak mulai mengalir deras ke lokasi kejadian. Kebakaran yang merenggut tempat tinggalnya seketika memantik gelombang empati dari berbagai elemen masyarakat.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol. Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan komitmen Polresta Banyumas untuk turut serta dalam pemulihan rumah Djarwoto, khususnya dalam penyediaan material rangka dan atap. Beliau menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa Djarwoto dan keluarganya.

"Kami beserta jajaran ikut berempati dan membantu pembiayaan pengadaan material khusus untuk pembuatan atap rumah sohibul musibah. Teknis pembelian material hingga pemasangan kami amanahkan kepada Kapolsek Karanglewas sampai atap tuntas terpasang dan berfungsi, " ujar Kombes Pol. Petrus Parningotan Silalahi, S.H., S.I.K., M.H., pada Selasa (01/09/2026).

Menindaklanjuti arahan pimpinan, Kapolsek Karanglewas AKP Heri Sudaryanto, S.H., M.H., segera bergerak cepat memastikan kesiapan material. Ia menjelaskan bahwa proses pengadaan kayu, glugu, usuk, reng, dan seng sedang dalam tahap pembelian dan pemesanan.

"Itu semua perintah pimpinan. Kayu, glugu, usuk, reng dan seng sedang dalam proses pembelian dan pemesanan. Jumat-Sabtu material dikirim, Sabtu-Minggu dirakit, kemudian Senin atau Selasa depan dilakukan pemasangan sampai selesai, " jelas AKP Heri Sudaryanto, S.H., M.H.

Tak hanya dari jajaran kepolisian, Dinas Sosial Kabupaten Banyumas pun turut ambil bagian. Melalui Sekretaris Dinsos, Budi Suharyanto, tim Dinsos dan Tagana ditugaskan untuk melakukan asesmen langsung sebagai dasar pemberian bantuan lanjutan, serta menyerahkan bantuan awal untuk kebutuhan mendesak keluarga Djarwoto.

Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas juga menunjukkan kepeduliannya. Bersama rombongan dan didampingi kepala dusun setempat, PMI menyerahkan bantuan kebutuhan pokok vital, termasuk beras 50 kilogram, susu kental manis, kecap, minyak goreng, gula pasir, kopi, teh celup, mi instan, dan sarden, sembari menyampaikan doa serta dukungan moral.

Dukungan teknis juga datang dari PLN Purwokerto. Tim teknis yang dipimpin Senior Kuat, atas perintah unsur pimpinan PLN, segera membantu penyambungan jaringan utama menuju KWh meter dan jaringan stop kontak. Langkah ini krusial untuk memastikan ketersediaan listrik selama proses perbaikan rumah berlangsung.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas turut memberikan kontribusi berarti berupa bantuan tunai untuk kebutuhan operasional dan transportasi keluarga. Bantuan ini juga mencakup uang saku untuk anak bungsu Djarwoto yang masih bersekolah di SMP Negeri 4 Karanglewas, serta seperangkat kompor gas lengkap dengan regulator dan selangnya.

Plt. Kasubbag TU Naufal Iskandar, mewakili Kepala Kantor Kemenag Banyumas, didampingi Penyelenggara Zawa Saridin dan staf Gara Zawa, menyerahkan bantuan Kemenag Banyumas kepada Djarwoto.

"Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Kemenag Banyumas kepada sohibul musibah. Semoga bantuan yang bersumber dari UPZ Kemenag ini bisa sedikit meringankan kebutuhan keluarga dan menjadi penyemangat untuk bangkit, " tegas Naufal Iskandar.

Sebelumnya, pada Senin (31/08/2026) sore hingga malam, Camat Karanglewas bersama rombongan dan Sekretaris Desa Pangebatan beserta jajaran telah melakukan pengecekan lokasi. Polsek Karanglewas pun sigap melakukan pengecekan dan pengukuran detail untuk menghitung volume material rangka serta penutup atap yang dibutuhkan.

Djarwoto dan sang istri menyambut setiap uluran tangan dengan rasa haru yang mendalam. Air mata kelegaan membasahi pipi mereka.

"Alhamdulillahirabbil’alamin. Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada semua pihak, para dermawan, pimpinan, masyarakat dan semua yang telah membantu. Bantuan ini sangat kami butuhkan untuk berbenah rumah, memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anak, " ungkap Djarwoto dengan suara bergetar.

Saat ini, Djarwoto belum dapat kembali bekerja sebagai juru parkir, mengingat fokus utamanya adalah memulihkan kondisi rumah dan menata kembali kehidupan keluarganya pasca musibah. Namun, di tengah puing-puing sisa kebakaran, secercah harapan justru menyala terang, dipantik oleh kebaikan hati banyak orang. Atap rumah yang kokoh akan segera berdiri, kebutuhan keluarga mulai terpenuhi, dan semangat gotong royong menjadi bahan bakar utama untuk bangkit dari keterpurukan. Api memang telah padam, namun semangat kepedulian terus menyala, membuka jalan bagi harapan untuk kembali menemukan jalannya bagi keluarga Djarwoto.

(Djarmanto)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |