PURWOKERTO (27/07) - Jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Purwokerto mengikuti kegiatan apel pagi yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) secara virtual melalui platform Zoom.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini terpusat di Jakarta dan diikuti secara serentak oleh seluruh ASN di jajaran Kementerian Hukum, Kementerian HAM, dan Kementerian Imipas, serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah. Bertindak sebagai Pembina Apel pada kesempatan tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum, Novita Ilmaris.
Dalam amanatnya Novita Ilmaris menekankan bahwa apel pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum krusial untuk memperkuat kedisiplinan dan menyatukan semangat kebersamaan. ASN didorong untuk terus meneguhkan komitmen dalam memberikan pelayanan yang profesional, berintegritas, dan akuntabel kepada masyarakat.

Beberapa poin krusial yang menjadi sorotan dalam amanat apel tersebut meliputi:
Pentingnya Perlindungan Hak Anak
Merefleksikan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli, Pembina Apel mengingatkan bahwa seluruh kebijakan dan pelayanan publik harus mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. ASN memiliki tanggung jawab moral dan profesional untuk memastikan hak anak untuk hidup, tumbuh, dan berkembang terlindungi dengan baik sebagai langkah strategis membangun SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Evaluasi Kinerja Triwulan III Tahun 2026
Memasuki paruh kedua tahun anggaran 2026, seluruh unit kerja diinstruksikan untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap capaian program dan penyerapan anggaran. Identifikasi kendala dan langkah percepatan harus segera dieksekusi dengan memperkuat koordinasi, sehingga sisa waktu di tahun ini dapat dimanfaatkan untuk bekerja lebih fokus, kolaboratif, dan produktif.Penguatan Budaya Kerja Berbasis HAM,
Novita Ilmaris juga menegaskan kewajiban aparatur negara dalam menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM). Perspektif HAM harus diwujudkan secara nyata melalui pelayanan yang adil, tanpa diskriminasi, dan inklusif. HAM tidak boleh hanya menjadi regulasi tertulis, melainkan harus menjadi fondasi utama dalam membangun birokrasi yang berintegritas.
Pembina Apel kemudian juga menyampaikan arahan Sekretaris Negara dan menginstruksikan seluruh satuan kerja di pusat maupun daerah untuk mulai memeriahkan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia. Hal ini mencakup penyiapan atribut kemerdekaan dan penayangan video tematik di titik-titik strategis kantor guna memupuk rasa cinta tanah air dan semangat persatuan.Menutup amanatnya, Novita Ilmaris mengajak seluruh aparatur sipil negara untuk terus menjaga kedisiplinan dan bekerja dengan integritas yang tinggi.
Bapas Kelas II Purwokerto yang mengikuti jalannya apel dengan saksama, menyatakan kesiapannya untuk menindaklanjuti seluruh arahan dari Pembina Apel. Nilai-nilai kedisiplinan, pelayanan berbasis HAM, serta evaluasi kinerja yang ditekankan dalam amanat tersebut akan menjadi pedoman bagi Bapas Purwokerto dalam menjalankan tugas dan fungsinya di tengah masyarakat.(Humas Bapas Purwokerto)











































