Bapas Purwokerto dan Pemkab Kebumen Perkuat Sinergi: Fokus Reintegrasi Sosial, Pos Bapas, hingga Pemanfaatan Aset Daerah

7 hours ago 7

KEBUMEN — Dalam upaya merajut asa dan membuka jalan terang bagi klien pemasyarakatan, Bapas Kelas II Purwokerto menggelar audiensi dan koordinasi strategis dengan Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Kebumen. Pertemuan krusial ini berlangsung di Ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Kebumen pada Senin (8/6), dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.

Delegasi Bapas dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Kelas II Purwokerto, Nasirudin, S.H., M.H., dan disambut hangat oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, beserta jajaran Pemkab Kebumen.

Fokus utama dalam perjumpaan tersebut menitikberatkan pada penguatan sinergitas program lintas instansi. Bapas Purwokerto mendorong adanya akses pelatihan keterampilan bagi klien pemasyarakatan yang diintegrasikan dengan program-program pemberdayaan milik Pemkab Kebumen. Langkah ini dinilai sebagai fondasi utama dalam mendukung proses reintegrasi sosial dan memupuk kemandirian klien pasca-menjalani masa pidana.

“Keberhasilan reintegrasi sosial tidak bisa hanya bertumpu pada Bapas semata. Kami membutuhkan dukungan dan intervensi dari pemerintah daerah untuk memberikan akses pelatihan kerja nyata. Dengan bekal keterampilan ini, harapannya klien pemasyarakatan bisa kembali menjadi individu yang mandiri, produktif, dan diterima kembali di tengah masyarakat tanpa stigma, ” tegas Nasirudin dalam pemaparannya.

Lebih jauh, Nasirudin memaparkan kebutuhan esensial terkait infrastruktur pelayanan. Pihaknya mengajukan permohonan dukungan pemanfaatan lahan maupun aset daerah Kabupaten Kebumen. Aset tersebut diproyeksikan untuk mengakomodasi program pembimbingan kemasyarakatan serta pengembangan layanan Bapas di wilayah Kebumen agar lebih dekat dengan masyarakat.

Optimalisasi Pos Bapas dan Pidana Kerja Sosial

Audiensi ini juga menyoroti urgensi keberadaan Pos Bapas sebagai ujung tombak pelayanan pemasyarakatan di tingkat daerah. Kedua belah pihak tengah mematangkan rencana launching Pos Bapas di Kebumen guna mendongkrak aksesibilitas layanan hukum dan pembimbingan bagi warga setempat.

Tak hanya itu, instrumen pelaksanaan keadilan restoratif turut menjadi bahasan utama. Bapas Purwokerto menekankan pentingnya ketersediaan lokasi pelaksanaan pidana sosial atau kerja sosial yang tersebar merata di setiap kecamatan. Hal ini dinilai mendesak agar program kerja sosial—sebagai alternatif pemidanaan—dapat diawasi dan dijalankan secara efektif.

Guna menunjang hal tersebut, pertemuan ini menggagas penyusunan Buku Alamat Kerja Sosial. Buku ini nantinya akan menjadi pedoman baku atau kompas bagi para Pembimbing Kemasyarakatan dalam memetakan, menentukan lokasi, serta menunjuk mitra kerja sosial yang paling selaras dengan profil klien pemasyarakatan.

Menyambung aspek teknis di lapangan, Pembimbing Kemasyarakatan Madya, Hadi Prasetiyo Haryono, A.KS., M.H., yang turut hadir dalam rombongan, memberikan catatan tebal terkait pelaksanaan pembimbingan.

“Mengingat tingginya dinamika pembimbingan dan pengawasan klien di lapangan, kita memerlukan pembahasan yang lebih komprehensif. Kebutuhan akan dukungan fasilitas dan sarana penunjang sangat krusial agar program pembimbingan kemasyarakatan ini tidak hanya berjalan di atas kertas, tetapi membawa dampak nyata, ” urai Hadi.

Pemkab Kebumen Siap Beri Dukungan Penuh

Gayung bersambut, Pemkab Kebumen menunjukkan sinyal hijau atas rentetan usulan strategis tersebut. Pemerintah daerah menyadari bahwa kolaborasi ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan konstitusional dalam membina warganya.

Sekda Kabupaten Kebumen, Edi Rianto, menyampaikan apresiasi dan kesiapan jajarannya untuk merajut sinergi yang lebih teknis dengan Bapas Kelas II Purwokerto.

“Pemerintah Kabupaten Kebumen pada prinsipnya sangat menyambut baik dan mendukung penuh inisiatif dari Bapas Purwokerto. Sinergitas ini sejalan dengan visi kami dalam membangun sumber daya manusia. Kami akan segera berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait agar akses pelatihan, pemanfaatan aset, hingga penentuan titik-titik kerja sosial di kecamatan dapat segera direalisasikan. Ini adalah ikhtiar bersama untuk memberikan kesempatan kedua yang lebih baik bagi saudara-saudara kita, ” pungkas Edi Rianto menutup audiensi.

Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan paradigma pembinaan pemasyarakatan di wilayah Kebumen dan sekitarnya dapat semakin maju, integratif, serta mengedepankan asas kemanfaatan bagi pemulihan hidup klien pemasyarakatan.(Humas Bapas Purwokerto)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |