PANGKEP SULSEL - Kelurahan Borimasunggu, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Provinsi Sulawesi Selatan, menyimpan kekayaan potensi lokal yang sangat beragam. Mulai dari sektor garam, perikanan, pertanian hingga wisata alam dan wisata sejarah, semuanya menjadi aset berharga yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Kepala Kelurahan Borimasunggu, Andi Arief Pangurisang, saat ditemui di kantornya beberapa hari lalu mengatakan bahwa seluruh potensi tersebut memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber pendapatan masyarakat apabila mendapat dukungan dari pemerintah pusat.
Menurut Andi Arief, salah satu kebutuhan utama saat ini adalah adanya suntikan dana pengembangan potensi dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Dengan dukungan tersebut, berbagai potensi yang selama ini masih belum tergarap maksimal dapat dikelola secara profesional.
"Kalau potensi ini mendapat dukungan pendanaan yang memadai, tentu akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat, meningkatkan ekonomi warga, dan pada akhirnya menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata, " ujarnya.
Borimasunggu selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil garam di Kabupaten Pangkep. Memasuki musim kemarau, para petambak mulai memanfaatkan cuaca cerah untuk memproduksi garam berkualitas tinggi.
Ia menjelaskan, garam yang dihasilkan masyarakat memiliki kualitas yang baik, berwarna putih, bersih, serta diproduksi di hamparan tambak yang cukup luas. Potensi tersebut dinilai mampu menjadi produk unggulan apabila didukung dengan teknologi dan pemasaran yang lebih baik.
Selain garam, masyarakat Borimasunggu juga menggantungkan hidup dari usaha tambak ikan bandeng dan udang yang selama ini menjadi salah satu penopang perekonomian keluarga. Di sisi lain, sektor pertanian juga terus berkembang sebagai sumber penghasilan masyarakat.
Tidak hanya memiliki potensi ekonomi, Borimasunggu juga menyimpan pesona wisata alam yang masih alami. Kawasan pegunungan yang berada di wilayah tersebut menawarkan panorama indah dengan udara yang sejuk dan berpotensi menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Pangkep.
Salah satu daya tariknya adalah sebuah gua yang di dalamnya terdapat jejak telapak tangan yang hingga kini masih menjadi perhatian masyarakat. Keunikan tersebut menjadi nilai sejarah yang dapat dikembangkan sebagai objek wisata edukasi dan budaya.
Di kawasan Gunung Kayu Mate juga terdapat makam para pejuang yang menurut cerita turun-temurun merupakan penyebar agama Islam yang berasal dari Provinsi Aceh. Makam yang berada di puncak gunung itu hingga kini tetap dijaga dan dihormati oleh masyarakat setempat.
Andi Arief mengungkapkan bahwa Bupati Pangkep, dr. H. Muhammad Yusran Lalogau, pernah mendaki hingga ke puncak Gunung Kayu Mate untuk melihat langsung keberadaan makam tersebut. Menurutnya, kunjungan itu menjadi bukti bahwa potensi sejarah Borimasunggu mendapat perhatian pemerintah.
Ia berharap ke depan akan terbangun sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki Kelurahan Borimasunggu agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi warga.
Dengan kekayaan sumber daya alam, hasil tambak, pertanian, produksi garam berkualitas, wisata alam, serta situs sejarah dan religi, Borimasunggu dinilai memiliki modal besar untuk tumbuh menjadi kawasan unggulan di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan. Dukungan anggaran, pembangunan infrastruktur, dan pengelolaan yang berkelanjutan diyakini akan membuka lebih banyak lapangan kerja serta mewujudkan masyarakat Borimasunggu yang semakin maju dan sejahtera. ( Herman Djide)








































