Borong Hasil Tani Mama Papua, Marinir Dongkrak Ekonomi Lokal

6 days ago 6

PAINAI - Di tengah hamparan hijau Distrik Pasir Putih, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, sebuah inisiatif menyentuh hati bergulir. Prajurit Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile 2025 dari Batalyon Infanteri (Yonif) 4 Marinir tak hanya hadir menjaga keamanan, namun juga turut merajut asa ekonomi masyarakat melalui program inovatif bernama ROSITA, singkatan dari Borong Hasil Tani.

Program ini bukan sekadar transaksi jual beli biasa. Pada Senin (9/3/2026) lalu, para prajurit secara langsung mendatangi kebun-kebun warga, memborong aneka hasil pertanian segar seperti kangkung, bayam, tomat, dan cabai. Langkah ini memotong rantai tengkulak, memastikan para petani, terutama para “mama-mama” Papua yang menggantungkan hidup dari kebun, mendapatkan harga yang layak dan penjualan yang lebih mudah.

Kehadiran prajurit Marinir disambut haru oleh masyarakat. Mama Yohana, salah seorang petani sayur, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia mengisahkan betapa program ROSITA telah meringankan beban hidupnya.

“Program prajurit Marinir ini sangat membantu kami. Kami tidak perlu jauh-jauh ke pasar, sayuran kami langsung dibeli oleh bapak-bapak TNI dengan harga yang pantas, ” ungkap Mama Yohana dengan penuh rasa syukur.

Komandan Satgas Pamtas RI–PNG Mobile 2025 Yonif 4 Marinir, Letkol Marinir Surya Affandy Novyanto, M.Tr.Opsla., menjelaskan bahwa ROSITA adalah wujud nyata komitmen TNI Angkatan Laut untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di wilayah penugasan.

“Melalui program ini, kami membeli hasil tani langsung dari mama-mama di Distrik Pasir Putih. Selain membantu meningkatkan pendapatan mereka, hasil pertanian tersebut juga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi prajurit di pos, ” jelasnya.

Lebih dari sekadar meningkatkan perekonomian, program ini juga menjadi jembatan harmonis antara prajurit TNI dan masyarakat Papua. Pendekatan yang humanis dan penuh kebersamaan terasa kental dalam setiap interaksi. Program ROSITA yang dijalankan secara konsisten oleh Satgas Yonif 4 Marinir membuktikan bahwa kehadiran TNI di perbatasan lebih dari sekadar penjagaan, melainkan peran aktif dalam membangun kesejahteraan dan mendukung kemajuan masyarakat Papua. (Infopublik)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |