Da’i Jadi Garda 'Penyejuk', Polresta Magelang Perkuat Sinergi Kamtibmas Jelang Ramadan

4 hours ago 2

MAGELANG - Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 H, Polresta Magelang menggelar Pembinaan Da’i Kamtibmas Tingkat Polresta Tahun 2026, Selasa (3/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Polresta Magelang itu menjadi ruang konsolidasi antara kepolisian, tokoh agama, dan pemangku kepentingan.

Acara tersebut dihadiri Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, S.I.K., S.H., Ketua Da’i Kamtibmas Kabupaten Magelang Atok Rahman Hakim, S.H.I., M.Pd., serta perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Magelang.

Dalam sambutannya, Kapolresta menegaskan bahwa Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan wilayah. Peran tokoh agama dinilai strategis sebagai penguat harmoni sosial di tengah masyarakat.

“Pembentukan Da’i Kamtibmas bertujuan menciptakan situasi aman melalui penguatan silaturahmi antara Polri dengan ulama, ustaz, dan tokoh agama. Para da’i ini menjadi jembatan informasi sekaligus cooling system ketika muncul isu-isu sensitif di tengah masyarakat, ” tegas Kombes Pol Herbin Sianipar.

Ia menambahkan, menjelang Ramadan biasanya terjadi peningkatan potensi gangguan kamtibmas, mulai dari balap liar, penggunaan knalpot tidak standar, petasan, hingga fenomena perang sarung di kalangan remaja.

“Kami menitipkan pesan agar para da’i ikut mengedukasi masyarakat untuk tidak melakukan balap liar, tidak bermain petasan maupun balon udara, serta menghindari segala bentuk tawuran. Keselamatan dan ketertiban harus menjadi prioritas bersama, ” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminalitas, terutama saat meninggalkan rumah untuk ibadah tarawih, serta tidak mudah terprovokasi berita hoaks di media sosial.

Kegiatan ini turut diisi dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber. Perwakilan BNN memberikan edukasi bahaya narkoba, Unit Tipikor menyampaikan pencegahan tindak pidana korupsi, dan Unit PPA membahas pencegahan kekerasan seksual.

Sebagai bentuk penguatan legalitas dan identitas, dilakukan penyerahan simbolis Kartu Tanda Anggota (KTA) Da’i Kamtibmas kepada peserta. Selain itu, para peserta juga menerima buku saku terkait tindak pidana korupsi, kekerasan seksual, dan bahaya narkotika sebagai bahan referensi dalam dakwah.

Ketua Da’i Kamtibmas Kabupaten Magelang, Atok Rahman Hakim, menyambut baik kegiatan tersebut dan menyatakan kesiapan para da’i untuk bersinergi dengan kepolisian.

“Para da’i siap menjadi mitra Polri dalam menyampaikan pesan-pesan kamtibmas melalui mimbar dakwah. Kami ingin Magelang tetap aman, damai, dan religius, ” ujarnya.

Sebanyak 60 peserta mengikuti pembinaan ini. Dengan bekal materi dan koordinasi yang terbangun, para da’i diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menyisipkan pesan keamanan, toleransi, dan ketertiban dalam setiap ceramahnya, sehingga tercipta suasana Ramadan yang sejuk dan harmonis di wilayah Magelang. (Infopublik)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |