Di Hadapan Wapres, Warga Morowali Sebut Aktivitas PT Alaska Bikin Petani dan Nelayan Terpuruk

1 month ago 11

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Seorang warga Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Mahmud Nusu, menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, dalam dialog pada Pekan Nasional (PENAS) XVII Petani dan Nelayan di Gorontalo, Sabtu (20/6/2026). Dalam kesempatan itu, Mahmud mengeluhkan kondisi petani dan nelayan yang menurutnya terdampak oleh aktivitas pertambangan di wilayah Morowali dan Morowali Utara.

Mahmud Nusu yang merupakan Ketua Kelompok Tani Mutiara Laut sekaligus penyuluh lingkungan hidup mengatakan, sebelum aktivitas pertambangan berkembang di daerahnya, masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian, tambak, dan perikanan dengan kondisi ekonomi yang relatif sejahtera.

Namun, menurutnya, kondisi tersebut berubah setelah sejumlah perusahaan tambang mulai beroperasi, termasuk PT Alaska. Ia menyebut produktivitas lahan pertanian menurun sehingga banyak petani kehilangan sumber penghidupan. Hal serupa, kata dia, juga dirasakan para nelayan.

"Setelah perusahaan tambang masuk, banyak petani kehilangan sumber penghidupan. Sawah yang dulunya produktif kini mengalami kerusakan sehingga hasil pertanian terus menurun. Nelayan juga ikut merasakan dampaknya, " ujar Mahmud di hadapan Wakil Presiden.

Dalam dialog tersebut, Mahmud meminta pemerintah pusat memberikan perhatian serius terhadap kondisi masyarakat di Desa Solonsa dan Desa Ungkaya, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, serta Desa Bunta, Kecamatan Petasia Timur, Kabupaten Morowali Utara. Menurutnya, sejumlah lahan persawahan yang sebelumnya dibangun melalui program cetak sawah pemerintah kini tidak lagi dapat dimanfaatkan secara optimal.

Ia juga mengaku sempat mengalami intimidasi dan dilaporkan ke pihak kepolisian setelah menyuarakan aspirasi masyarakat terkait persoalan tersebut. Meski demikian, Mahmud menegaskan tidak akan berhenti memperjuangkan hak-hak petani dan nelayan.

"Saya akan tetap berjuang sampai petani dan nelayan kembali sejahtera, " tegasnya.

Mahmud berharap pemerintah melakukan evaluasi terhadap dugaan dampak aktivitas pertambangan yang dikeluhkan masyarakat serta mengambil langkah nyata untuk memulihkan kondisi lingkungan, pertanian, dan perikanan. Selain PT Alaska, ia juga menyebut sejumlah perusahaan lain yang beroperasi di wilayah Morowali dalam penyampaian aspirasinya.

Di akhir dialog, Mahmud menyampaikan apresiasi kepada Wakil Presiden RI yang telah memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti keluhan petani dan nelayan agar mereka kembali memperoleh kepastian dalam mengelola lahan dan meningkatkan kesejahteraan.

Video penyampaian aspirasi Mahmud kepada Wakil Presiden tersebut diketahui beredar luas di media sosial dan menjadi perhatian publik.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Alaska belum memberikan tanggapan atau pernyataan resmi terkait pernyataan Mahmud Nusu. Redaksi telah berupaya menerapkan prinsip keberimbangan dan akan memuat tanggapan PT Alaska apabila telah diperoleh.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |