SOLOK KOTA – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok memanen 7 kilogram kangkung yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik di lingkungan kantor, Senin (2/3). Hasil panen tersebut langsung dipasarkan kepada aparatur sipil negara (ASN) dan instansi sekitar sebagai bagian dari program percontohan ketahanan pangan.
Kangkung dikemas dalam plastik berlabel dengan berat 350 gram per bungkus dan dijual seharga Rp5.000 per paket. Tanaman dibudidayakan tanpa penggunaan pestisida kimia sehingga dinilai lebih aman untuk konsumsi harian dan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, S.Pt, mengatakan kegiatan ini merupakan pemanfaatan pekarangan kantor sebagai model dukungan terhadap ketahanan pangan keluarga.
“Ini bagian dari percontohan pemanfaatan lahan terbatas. Kami berharap dapat menjadi contoh bagi masyarakat dan OPD lain dalam mengoptimalkan pekarangan sebagai sumber pangan dan gizi, ” ujarnya.
Menurut Ade, budidaya hidroponik memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya efisiensi penggunaan air, lebih higienis, serta tidak membutuhkan lahan luas. Sistem ini memanfaatkan air yang telah dicampur larutan nutrisi sebagai media tanam, sehingga cocok diterapkan di kawasan perkotaan.
Selain kangkung, dinas tersebut juga membudidayakan cabai, tomat, terung, dan bayam menggunakan polybag maupun sistem hidroponik. Langkah ini dilakukan untuk mendorong diversifikasi pangan sekaligus memperkuat ketersediaan sayuran sehat di tingkat lokal.
Kepala Bidang Pangan, Hernenti Saher, SH, MM, menambahkan minat ASN dan masyarakat terhadap sayuran hidroponik cukup tinggi. Karena itu, pihaknya berencana meningkatkan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan yang terus bertambah.
Ia berharap kegiatan ini dapat mendorong peningkatan konsumsi sayuran masyarakat serta mendukung pola konsumsi Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA). Upaya tersebut juga diharapkan berdampak pada perbaikan skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Kota Solok sebagai indikator kualitas konsumsi pangan masyarakat.
Program pemanfaatan pekarangan kantor ini menjadi bukti bahwa inovasi sederhana di lingkungan pemerintahan dapat berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan gaya hidup sehat di Kota Solok.




































