SUMUT-Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD-HNSI) Sumatera Utara meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara dan Polisi Perairan (Polairud) menertibkan penggunaan jaring penangkap ikan pora-pora berukuran di bawah 1 inci di kawasan Danau Toba.
Permintaan tersebut disampaikan Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara, Ibeng S. Rani, SH , MH menyusul maraknya kembali penggunaan jaring bermata kecil yang dinilai mengancam kelestarian ikan pora-pora, "ujar Ibeng S. Rani, SH , MH, Rabu 04 Maret 2026.
Sekretaris HNSI Sumut menegaskan, bahwa penggunaan alat tangkap dengan ukuran mata jaring di bawah 1 inci berpotensi mengganggu keberlanjutan mata pencaharian nelayan tradisional kecil, karena ikan yang belum layak konsumsi atau belum memasuki masa reproduksi sudah di tangkap
Untuk itu, Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Utara dan Polisi Perairan (Polairud) bersama Dinas Perikanan Daerah se-Danau Toba harus segera menertibkan pukat harimau (bagan) yang menggunakan jaring bermata dibawah 1 Inci, Hal demi menjaga kelestarian ikan pora-pora di perairan Danau Toba
“Jika dibiarkan, praktik ini bisa merusak ekosistem dan mengganggu keberlanjutan mata pencaharian nelayan tradisional kecil, Selain itu, penangkapan ikan pora-pora menggunakan bagan atau pukat harimau hanya orang berduit, ”Tegas Ibeng S. Rani, SH , MH.
Menurutnya, pengawasan terpadu perlu dilakukan secara rutin, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi titik penangkapan pora-pora. Selain penertiban, ia juga mendorong adanya sosialisasi kepada nelayan terkait aturan ukuran alat tangkap yang diperbolehkan,
HNSI menilai, penegakan aturan tidak hanya penting untuk menjaga populasi ikan endemik tersebut, tetapi juga untuk menjaga keseimbangan ekosistem Danau Toba yang menjadi kawasan strategis pariwisata nasional.
Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPD-HNSI) Sumatera Utara juga mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara segera membuat regulasi serta meningkatkan patroli bersama Polairud guna mencegah praktik penangkapan ikan secara tidak ramah lingkungan,
HNSI Sumut menegaskan komitmennya untuk mendukung langkah pemerintah dalam menjaga kelestarian sumber daya perikanan, sekaligus melindungi kepentingan nelayan kecil yang menggantungkan hidup dari hasil tangkapan di perairan kawasan Danau Toba.
































