Pasuruan. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasuruan mengambil langkah strategis untuk mendongkrak potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) daerah. Melalui sebuah kebijakan inovatif, setiap agenda kedinasan kini bertransformasi menjadi panggung promosi produk-produk unggulan hasil karya masyarakat Pasuruan.
Inti dari kebijakan ini adalah menjadikan setiap kunjungan tamu ke Kantor DPRD Kabupaten Pasuruan, maupun rombongan DPRD yang melakukan perjalanan dinas ke luar daerah, sebagai momen untuk membawa pulang bingkisan berisi produk UMKM pilihan. Harapannya, langkah sederhana namun berdampak ini dapat menjadi corong promosi yang efektif, memperluas jangkauan pemasaran produk khas Pasuruan hingga ke tingkat yang lebih tinggi.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, yang akrab disapa Mas Zaini, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan wujud nyata keberpihakan legislatif terhadap para pelaku UMKM. Ia meyakini, dengan dukungan semacam ini, UMKM lokal dapat tumbuh lebih pesat dan memiliki daya saing yang kian meningkat.
"Melalui langkah sederhana ini, kami ingin produk-produk unggulan Kabupaten Pasuruan semakin dikenal oleh masyarakat luas. Harapannya, bukan hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mampu menembus pasar regional hingga nasional, ” ujar Mas Zaini, Senin (20/7/2026).
Beragam produk yang kaya akan cita rasa dan keunikan Pasuruan telah diseleksi untuk mengisi bingkisan resmi tersebut. Mulai dari aneka olahan makanan dan minuman yang menggugah selera, hingga kerajinan tangan yang merefleksikan kekayaan ekonomi kreatif daerah. Beberapa di antaranya yang patut dibanggakan adalah keripik ikan lempuk krispi yang renyah, keripik brownies ketan yang unik, keripik kulit ikan yang inovatif, rambak pisang yang manis, kopi khas Pasuruan yang aromatik, batik lokal yang memukau, serta taplak meja hasil kreasi para perajin daerah.
Produk-produk tersebut dipilih bukan tanpa alasan. Mereka dinilai memiliki kualitas yang mumpuni untuk bersaing di pasaran sekaligus menjadi identitas yang tak tergantikan dari Kabupaten Pasuruan.
Mas Zaini menegaskan, bingkisan ini bukan semata-mata simbol penghormatan bagi tamu, melainkan sebuah strategi promosi yang memiliki nilai ekonomi riil bagi para pelaku UMKM. Semakin banyak produk diperkenalkan kepada tamu dari berbagai penjuru, semakin besar pula potensi terjalinnya kerja sama bisnis dan perluasan jejaring pemasaran.
Menurutnya, setiap agenda kedinasan dapat dioptimalkan sebagai etalase promosi potensi daerah, tanpa perlu merancang program promosi yang rumit dan mahal. Dengan pendekatan ini, produk lokal dapat lebih mudah dikenal luas, yang pada akhirnya akan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pendapatan para pelaku usaha.
DPRD Kabupaten Pasuruan optimis bahwa kebijakan ini akan menjadi katalisator pertumbuhan UMKM, mengerek daya saing produk lokal, sekaligus memperkuat sendi-sendi ekonomi kerakyatan. Selain wujud dukungan nyata bagi para pengusaha kecil dan menengah, langkah ini juga diharapkan mampu mengukuhkan citra Kabupaten Pasuruan sebagai daerah yang diberkahi dengan produk unggulan berkualitas.
Ke depan, DPRD berambisi melihat semakin banyak produk UMKM Pasuruan yang mampu menaklukkan pasar di luar daerah, sehingga dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat serta akselerasi pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pasuruan.

















































