Dukung Investasi Rp30 Triliun Lebih, Bea Cukai Morowali Dapat Apresiasi Menteri Investasi

4 weeks ago 12

MOROWALI, Sulawesi Tengah– Kinerja Bea Cukai Morowali dalam mendukung kelancaran investasi di sektor hilirisasi mineral kembali mendapat pengakuan. Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan P. Roeslani, menyampaikan apresiasi atas pelayanan Bea Cukai Morowali yang dinilai berperan penting dalam mendukung operasional PT Bahodopie Nickel Smelting Indonesia (BNSI).

Apresiasi tersebut disampaikan Rosan saat menghadiri Upacara Penempatan Peralatan Utama Proyek BNSI di Kawasan Industri Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Desa Sambalagi, Kabupaten Morowali, Rabu (22/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Rosan menilai pelayanan kepabeanan yang cepat dan dukungan fasilitas dari Bea Cukai menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan kepastian berusaha bagi investor serta mempercepat pembangunan proyek strategis nasional di sektor hilirisasi nikel.

Proyek BNSI merupakan fasilitas pengolahan nikel rendah karbon yang dibangun melalui kerja sama tiga perusahaan global, yakni ECOPRO dari Korea Selatan sebagai investor, GEM Co., Ltd. dari China sebagai penyedia teknologi inti, serta PT Vale Indonesia sebagai pemasok bahan baku nikel.

Dengan nilai investasi mencapai 1, 845 miliar dolar Amerika Serikat, atau setara lebih dari Rp30 triliun, proyek tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 90 ribu ton logam nikel per tahun. Pemerintah juga telah menetapkannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) karena diproyeksikan mampu memasok bahan baku baterai untuk sekitar tiga juta kendaraan listrik setiap tahun, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik dunia.

Pada rangkaian acara yang sama, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Utara, Zaky Firmansyah, secara resmi menyerahkan penetapan lokasi dan izin Pengusaha Kawasan Berikat kepada PT BNSI. Fasilitas tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah melalui Bea Cukai dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif sekaligus mendorong percepatan pembangunan industri hilirisasi mineral.

Kepala Kantor Bea Cukai Morowali, Muhariadi Angkat, mengatakan apresiasi dari Menteri Investasi menjadi pengakuan atas komitmen Bea Cukai Morowali bersama Kantor Wilayah Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara dalam memberikan pelayanan dan fasilitas kepabeanan yang mendukung investasi serta pengembangan industri nasional.

"Pengakuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan sehingga mampu mendukung pertumbuhan investasi, memperkuat ekosistem hilirisasi mineral di Morowali, serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat, " ujar Muhariadi.

Menurutnya, Bea Cukai Morowali akan terus mengedepankan pelayanan yang cepat, profesional, dan berorientasi pada kemudahan berusaha agar setiap investasi yang masuk dapat terealisasi secara optimal.

Melalui pelayanan kepabeanan yang prima serta pemberian berbagai fasilitas fiskal, Bea Cukai Morowali berkomitmen mendukung percepatan investasi, meningkatkan daya saing industri nasional, dan memperkuat ekosistem hilirisasi mineral yang menjadi salah satu prioritas pembangunan ekonomi Indonesia. Dukungan tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Morowali.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |