Ekonomi Barru Tumbuh 5,16 Persen: Prestasi Nyata atau Sekadar Angka di Atas Kertas?

2 weeks ago 8

BARRU - Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Barru tahun 2025 yang menyentuh level 5, 16%. 

Meski secara statistik angka ini diklaim sebagai rekor tertinggi dalam enam tahun terakhir dan melampaui rata-rata nasional (5, 11%), publik patut bertanya, sejauh mana kemilau angka ini mendarat di piring makan warga Barru?

Tren positif yang dipamerkan Pemerintah Kabupaten Barru memang terlihat manis secara administratif.

Setelah sempat terseok di angka 3, 51% pada 2023, lonjakan ke 5, 16% di tahun 2025 tentu menjadi amunisi label sukses bagi kepemimpinan Bupati Andi Ina Kartika Sari. 

Namun, di balik euforia tersebut, ada beberapa catatan kritis yang tidak boleh luput dari perhatian.

1. Jebakan Angka yang Meninabobokan

Pertumbuhan ekonomi yang tinggi sering kali bersifat semu jika hanya ditopang oleh sektor-sektor padat modal atau komoditas tertentu yang tidak menyentuh akar rumput. 

Jika pertumbuhan ini hanya dinikmati segelintir pelaku usaha besar atau sektor investasi yang minim penyerapan tenaga kerja lokal, maka 5, 16% hanyalah deretan angka mati bagi petani di Tanete Rilau atau nelayan di Mallusetasi.

2. Tantangan Inklusivitas: Siapa yang Benar-Benar Kenyang?

Bupati Andi Ina menyebutkan komitmennya terhadap pertumbuhan yang inklusif. Namun, indikator keberhasilan ekonomi tidak bisa hanya dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). 

Masyarakat perlu melihat data pendamping:

  - Apakah angka kemiskinan turun signifikan sejalan dengan pertumbuhan tersebut?

  - Apakah daya beli masyarakat meningkat di tengah inflasi yang membayangi?

Pertumbuhan yang melampaui nasional tidak akan berarti banyak jika jurang antara si kaya dan si miskin di Barru justru makin lebar.

3. Sektor Produktif: Bukan Sekadar Jargon

Pemerintah mengklaim efektivitas kebijakan pada sektor produktif. Namun, publik perlu menagih transparansi mengenai investasi apa yang masuk ke Barru. 

Jangan sampai pertumbuhan ini hanya numpang lewat melalui proyek-proyek fisik yang sifatnya sementara, tanpa membangun fondasi industri pengolahan yang memberikan nilai tambah bagi komoditas lokal Barru.

Catatan Redaksi: Pertumbuhan ekonomi 5, 16?alah modal awal yang baik, namun jangan sampai pemerintah daerah terlalu cepat berpuas diri. 

Tanpa redistribusi kesejahteraan yang adil, angka pertumbuhan tinggi hanyalah dekorasi statistik yang gagal mengobati kesulitan ekonomi di dapur warga.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |