Gerakan Humas Muda Dorong Pelajar Bijak Bermedia Sosial Dan Produktif Berkarya

1 week ago 18

GARUT – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Komisi X DPR RI mengembangkan Gerakan Humas Muda untuk membekali pelajar dengan kemampuan literasi digital, komunikasi publik, serta keterampilan menghasilkan karya positif.

Gerakan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran mengenai penggunaan media sosial yang aman dan bertanggung jawab sebagai bagian dari ekosistem pelindungan anak di ruang digital. Upaya ini sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS yang diperkuat melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026.

Sebagai bentuk implementasi program, Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen bekerja sama dengan Komisi X DPR RI menggelar Lokakarya “Humas Muda: Belajar Bermakna, Berkarya Bersama” di Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, Jawa Barat, Jumat (7/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti 100 peserta dari jenjang SMP, SMA, SMK, serta kalangan guru.

Melalui lokakarya itu, peserta diberikan edukasi mengenai risiko di ruang digital, pentingnya menjaga privasi dan keamanan data pribadi, kecermatan dalam membagikan informasi, serta kebiasaan menggunakan media sosial secara sehat dan bertanggung jawab.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan IPI Garut Lucky Rahayu mengapresiasi kepercayaan yang diberikan kepada IPI Garut sebagai tuan rumah. Menurutnya, kemudahan menyampaikan informasi melalui media sosial harus diimbangi dengan karakter dan tanggung jawab moral.

“Pendidikan hari ini tidak cukup hanya melahirkan generasi yang cerdas, tetapi juga generasi yang mampu berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, dan menggunakan teknologi untuk menghadirkan manfaat bagi khalayak, ” ujar Lucky dalam keterangan yang diterima Sabtu (8/8/2026).

Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mendorong peserta didik menjadikan Gerakan Humas Muda sebagai ruang mengaktualisasikan diri dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.

“Bekerja adalah melakukan aktivitas untuk mencapai tujuan, sedangkan berkarya berarti mengaktualisasikan dan mengekspresikan diri serta menciptakan nilai dan dampak jangka panjang. Anak-anak harus mampu memilih dan memilah hal yang pantas dipublikasikan dan yang tidak, ” tegas Ferdiansyah.

Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Kemendikdasmen Yudhistira Nugraha mengatakan bahwa Gerakan Humas Muda memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengambil peran dalam membangun narasi positif tentang pendidikan.

“Jangan hanya menjadi konsumen informasi, jadilah pencipta karya. Seorang Humas Muda harus berani mencoba, tidak takut gagal, dan terus berkolaborasi untuk menciptakan dampak nyata bagi pendidikan bermutu untuk semua, ” ujar Yudhistira.

Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikdasmen Laksmi Dewi menjelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan murid serta membangun proses belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan.

“Guru dan murid harus saling menghargai, bertoleransi, dan berinteraksi secara positif. Murid bukan sekadar objek, melainkan mitra guru dalam melaksanakan pembelajaran, ” kata Laksmi.

Sinergi antara guru dan murid diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang membantu peserta didik berkembang secara utuh, baik melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, maupun olahraga. Dengan bekal tersebut, pelajar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang tangguh, berkarakter, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan ruang digital. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |