JAKARTA - Lebaran tinggal menghitung hari ! Animo masyarakat untuk pulang ke kampung halaman pada Lebaran 2026 tetap tinggi meski isi dompet pas pasan.
Mudik adalah momen silaturahmi berharga, namun keamanan dan kenyamanan tetap nomor satu. Seperti diungkapkan Suroso pemudik dari Bekasi.
Warga asal Solo, Jawa Tengah itu menyambut positif atas penerapan sistem satu arah pada arus mudik Lebaran 2026.
"Alhamdulilah lancar malam ini dan bisa cepat sampai kampung Pak " ujarnya setelah melintas Pejagan menuju Brebes kepada Indnesiasatu, Selasa (27/3/2026) malam.
Sistem rekayasa lalu lintas satu arah atau One way biasanya diterapkan di ruas jalan tol, dan jalanan kota yang padat kendaraan pada momen-momen tertentu seperti jelang Idul Fitri 1447 Hijriah
One way jadi salah satu rekayasa lalu lintas yang diterapkan selama mudik Lebaran untuk meminimalisir potensi kemacetan, mempercepat arus kendaraan, dan meningkatkan keamanan pengendara.
"One way dari Cikampek hingga Pejagan pada malam ini. Sepanjang perjalanan Cikampek-Pejagan, arus lalu lintas didominasi pemudik namun tetap bergerak dengan lancar tanpa antrian berarti.
Kendaraan dapat melaju dengan rata-rata kecepatan 80-100 km/jam" tuturnya
Berdasarkan informasi dari Kementerian Perhubungan, one way arus mudik Lebaran tahun ini dilakukan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah, tepatnya di Tol Jakarta-Cikampek KM 70 sampai Tol Semarang-Solo KM 421.
Rekayasa lalu lintas ini berlaku mulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 sampai Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Selama one way arus mudik diterapkan, semua pintu gerbang tol menuju arah Jakarta akan ditutup total.
Selain mematuhi aturan lalu lintas, pemudik juga bisa melakukan beberapa tips perjalanan agar selamat sampai tujuan:
Pastikan BBM cukup dan saldo e-Toll aman.
Jaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Jangan asal berpindah jalur.
Hindari berhenti di bahu jalan.
Kalau mau menyalip, tetap gunakan lajur kanan dengan hati-hati.










































