HUT ke-1 di Madiun, PRI Targetkan 75 Kursi DPR RI dan Perkuat Struktur di 38 Kabupaten/Kota

1 week ago 12

MADIUN KOTA  —  Partai Rakyat Indonesia (PRI) menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 sebagai momentum memperkuat konsolidasi organisasi dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Perayaan HUT PRI ke-1 digelar di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026), dengan rangkaian kegiatan olahraga, sosial, budaya, hingga konsolidasi politik.

Kegiatan di kawasan Bantaran Kali Madiun diawali dengan senam bersama yang diikuti pimpinan dan pengurus DPD PRI Jawa Timur serta masyarakat. Selain olahraga bersama, kegiatan juga diisi pembagian doorprize dan peninjauan lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) milik masyarakat.

Setelah kegiatan di Bantaran Kali Madiun, rombongan pimpinan dan pengurus DPD PRI Jawa Timur melanjutkan rangkaian HUT ke Maxi Gold Madiun. Di lokasi tersebut, kegiatan diawali dengan pertunjukan pencak silat yang menjadi bagian dari upaya mengangkat seni dan budaya lokal.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng sebagai bentuk syukur atas perjalanan satu tahun Partai Rakyat Indonesia. Pengurus PRI di Madiun juga mengikuti Zoom Meeting peringatan HUT ke-1 PRI yang penyelenggaraannya terpusat di Lampung.

Dalam Zoom Meeting tersebut, Ketua Umum PRI Muhammad Nazaruddin menyampaikan sambutan dan arahan kepada jajaran pengurus PRI dari berbagai daerah.

Selain konsolidasi organisasi, peringatan HUT ke-1 PRI di Madiun juga diisi kegiatan sosial berupa pembagian sembako kepada masyarakat, khususnya kaum duafa, serta pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu.

Ketua DPD PRI Jawa Timur Syaqif Constantin Arsalan, M.Psi., mengatakan Madiun dipilih sebagai salah satu pusat kegiatan HUT pertama PRI karena memiliki nilai historis dan kultural yang kuat.

Menurut Syaqif, Madiun dikenal sebagai Kota Pendekar dan memiliki karakter budaya yang kuat. Kondisi tersebut dinilai menjadi energi tersendiri bagi PRI untuk membangun dan memperkuat organisasi di Jawa Timur.

“Madiun memiliki nilai historis dan kultural yang sangat kuat. Madiun dikenal sebagai Kota Pendekar dan memiliki berbagai simbol serta nilai budaya yang melekat kuat di masyarakat. Karena itu, kami melihat Madiun sebagai tempat yang strategis dan memiliki energi tersendiri untuk menjadi titik awal penguatan PRI di Jawa Timur, ” kata Syaqif.

Target lengkapi struktur di 38 daerah

Syaqif mengatakan, PRI saat ini terus melakukan penguatan struktur organisasi di Jawa Timur. Dari 38 kabupaten/kota, kepengurusan PRI telah terbentuk di 29 daerah.

Target berikutnya, kata dia, adalah melengkapi struktur organisasi di seluruh 38 kabupaten/kota. Setelah struktur tersebut lengkap, PRI akan mempersiapkan tahapan verifikasi faktual yang direncanakan berlangsung pada Desember.

“Kami berharap seluruh tahapan tersebut dapat berjalan dengan baik sehingga pada awal tahun depan, struktur organisasi PRI di Jawa Timur sudah semakin siap dan solid, ” ujarnya.

Khusus wilayah Madiun, Syaqif menyebut struktur organisasi PRI telah berkembang hingga tingkat anak ranting. DPC PRI Kota Madiun dipimpin Yoyok Herkuncoro, sedangkan DPC PRI Kabupaten Madiun dipimpin Purnomo.

Menurut Syaqif, kelengkapan struktur hingga tingkat bawah tersebut menjadi modal penting bagi PRI untuk memperkuat keberadaan organisasi sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat.

Bidik 13 kursi DPR RI dari Jawa Timur

Selain penguatan organisasi, PRI juga telah memasang target politik untuk Pemilu 2029. Secara nasional, PRI menargetkan sekitar 75 kursi DPR RI.

Untuk Jawa Timur, PRI menargetkan sekitar 13 kursi DPR RI dan 17 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur. PRI juga menargetkan keterwakilan di DPRD kabupaten/kota.

“Kami optimistis dan memiliki target yang cukup besar. Secara nasional, kami menargetkan sekitar 75 kursi DPR RI. Khusus Jawa Timur, kami menargetkan sekitar 13 kursi DPR RI dan sekitar 17 kursi DPRD Provinsi Jawa Timur, ” kata Syaqif.

Syaqif menyadari target tersebut tidak mudah mengingat Jawa Timur merupakan salah satu wilayah dengan persaingan politik yang cukup ketat. Namun, kondisi itu tidak membuat PRI berkecil hati.

PRI, kata dia, ingin memberikan warna baru dalam kehidupan politik dengan membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.

Dorong keterlibatan generasi muda

Syaqif juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam perjalanan organisasi dan politik PRI. Kalangan milenial dan Generasi Z diberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam organisasi.

Menurut dia, anak muda tidak seharusnya hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan dan politik, tetapi harus mendapatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari pelaku utama yang ikut menentukan masa depan bangsa.

PRI juga mendorong kader dan tokoh partai untuk mengambil bagian dalam kontestasi politik mendatang melalui jalur legislatif.

“Sebagai bagian dari generasi milenial, saya melihat anak-anak muda memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan Partai Rakyat Indonesia. Kami ingin anak-anak muda tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi pelaku utama yang ikut menentukan arah masa depan Indonesia, ” ujarnya.

Ingin menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat

Partai Rakyat Indonesia didirikan pada 8 Agustus 2025. Memasuki usia satu tahun, PRI menyatakan ingin membangun identitas sebagai partai yang hadir di tengah masyarakat.

Syaqif mengatakan PRI ingin menjadi salah satu jembatan komunikasi agar berbagai program pemerintah dapat diketahui dan dipahami masyarakat serta manfaatnya dapat dirasakan secara langsung.

Menurut dia, PRI terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang tanpa membedakan suku, etnis maupun daerah asal.

“Nama kami adalah Partai Rakyat Indonesia. Artinya, kami ingin menegaskan bahwa PRI hadir untuk seluruh rakyat Indonesia. Tidak ada sekat berdasarkan suku, etnis maupun latar belakang daerah. Semuanya melebur menjadi satu dalam identitas sebagai rakyat Indonesia, ” katanya.

Peringatan HUT ke-1 PRI di Madiun pun tidak hanya dikemas sebagai kegiatan internal organisasi. Senam bersama, peninjauan UMKM, donor darah, pembagian sembako, santunan anak yatim dan piatu, serta kegiatan kebudayaan menjadi bagian dari upaya PRI menunjukkan kepedulian kepada masyarakat.

Melalui momentum satu tahun tersebut, PRI berharap konsolidasi organisasi di Jawa Timur semakin kuat dan hubungan dengan masyarakat semakin dekat.

“Harapannya PRI itu dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat, ” kata Syaqif.

Semangat tersebut dirangkum PRI dalam tagline, “Maju Rakyatnya, Jaga Bangsanya.”

Read Entire Article
Karya | Politics | | |