IMIP Gagas Program Praktisi Mengajar, Perkuat Sinergi Industri dan Kampus Cetak SDM Siap Kerja

3 hours ago 4

MOROWALI, Sulawesi Tengah– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperkuat kolaborasi dengan dunia pendidikan melalui Program Praktisi Mengajar, sebuah inisiatif yang menghadirkan para profesional industri sebagai pengajar tamu di perguruan tinggi. Program yang dikelola Learning Center Departemen Human Resources (HR) PT IMIP ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara teori di bangku kuliah dengan praktik nyata di dunia industri.

Head of Learning Center PT IMIP, Trisno Wasito, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya menciptakan hubungan link and match yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri, sehingga lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.

"Dalam jangka panjang, kegiatan Praktisi Mengajar ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan dunia industri yang memerlukan sumber daya manusia yang kompeten. Jika lulusan telah memahami kebutuhan industri sejak di bangku kuliah, perusahaan tidak lagi harus mengajarkan seluruh kompetensi dasar saat mereka mulai bekerja, " ujar Trisno, Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, gagasan menghadirkan praktisi sebagai pengajar sebenarnya telah muncul sejak setahun lalu, ketika sejumlah perguruan tinggi mulai mengundang IMIP menghadirkan tenaga profesional sebagai dosen tamu. Melihat tingginya kebutuhan tersebut, HR PT IMIP kemudian menyusun mekanisme yang lebih terstruktur dengan menghimpun tenaga pengajar dari berbagai perusahaan yang beroperasi di kawasan industri IMIP.

Dalam pelaksanaannya, kampus terlebih dahulu menyampaikan kebutuhan materi pembelajaran. Selanjutnya HR IMIP mencarikan praktisi yang memiliki kompetensi sesuai bidang yang dibutuhkan, kemudian berkoordinasi dengan perusahaan tempat praktisi bekerja untuk mengatur jadwal mengajar.

Untuk perguruan tinggi yang berada di luar Morowali, seperti Makassar dan Palu, proses pembelajaran dilakukan secara daring. Sementara kampus yang berada di Morowali, seperti Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), melaksanakan perkuliahan secara tatap muka.

Hingga pertengahan 2026, sebanyak 35 karyawan dari berbagai tenant IMIP telah terdaftar sebagai praktisi pengajar. Mereka berasal dari sejumlah perusahaan seperti PT QMB New Energy Materials, PT Huayue Nickel Cobalt (HYNC), PT Dexin Steel Indonesia (DSI), hingga PT TTRI, dengan latar belakang keahlian yang beragam mulai dari hidrometalurgi, pirometalurgi, laboratorium, pengelolaan limbah, hingga instalasi mesin dan listrik.

Salah satu praktisi yang terlibat, Yohanes Yoseph Deo dari Divisi Teknisi Analis Gas dan Cairan PT TTRI, menilai pengalaman langsung di industri menjadi nilai tambah yang sangat dibutuhkan mahasiswa.

"Pengalaman kerja di industri membantu menghubungkan teori dengan praktik di lapangan. Kami bisa memberikan contoh kasus nyata, menjelaskan tantangan yang sering terjadi, sekaligus membagikan pengalaman dalam menyelesaikan berbagai persoalan di dunia kerja sehingga materi menjadi lebih relevan, " ungkap Yohanes.

Ia juga mengaku selalu mendorong mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, kedisiplinan, pemecahan masalah, hingga kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Menurutnya, respons mahasiswa sangat positif karena materi yang disampaikan berasal dari pengalaman nyata di lapangan.

Selain meningkatkan kualitas pembelajaran, Program Praktisi Mengajar juga menjadi sarana penyelarasan kurikulum pendidikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan. Masukan dari para praktisi diharapkan menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi dalam menyusun kurikulum yang lebih relevan mulai semester Agustus 2026 hingga Januari 2027.

Program ini juga memberikan manfaat bagi para praktisi yang terlibat, khususnya bagi para insinyur yang membutuhkan pengalaman mengajar sebagai salah satu persyaratan memperoleh sertifikasi Insinyur Profesional Madya (IPM) maupun Insinyur Profesional Utama (IPU) dari Persatuan Insinyur Indonesia (PII).

Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan sumber daya manusia, IMIP turut memberikan beasiswa pendidikan dan kesempatan magang selama satu tahun kepada mahasiswa dari empat institusi vokasi mitra, yakni Politeknik Industri Logam Morowali (PILM), Akademi Teknik Industri Makassar (ATI Makassar), Fakultas Vokasi Universitas Hasanuddin bidang metalurgi, serta Program D4 Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik (TRIL) dan Teknologi Rekayasa Instalasi Mesin (TRIM) Universitas Tadulako.

Melalui Program Praktisi Mengajar, IMIP berharap dapat melahirkan lulusan yang lebih siap memasuki dunia kerja, membantu perusahaan memperoleh tenaga kerja yang kompeten, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam mendukung percepatan hilirisasi mineral serta pembangunan SDM Indonesia yang unggul.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |