Implementasikan Program Kemandirian Pangan, Rutan Magetan Panen Sayuran di Area Brandgang 

1 hour ago 1

MAGETAN – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Magetan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam pembinaan kemandirian warga binaan melalui kegiatan panen tanaman hortikultura hasil budidaya warga binaan, Rabu (4/3).

Kegiatan panen tersebut dilaksanakan di area brandgang Rutan Magetan yang dimanfaatkan sebagai lahan pembinaan pertanian. Panen kali ini menghasilkan berbagai jenis sayuran hortikultura, di antaranya terong sebanyak 13 kilogram, kangkung 31 kilogram, bayam 14 kilogram, dan sawi 3 kilogram.

Seluruh hasil panen tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan konsumsi dapur Rutan Magetan, sekaligus menjadi bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian warga binaan di bidang pertanian.

Kegiatan panen dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Magetan Ari Rahmanto, didampingi Kasubsie Pelayanan Tahanan Galogo Sakti, petugas Rutan, peserta program magang Kemnaker, serta warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pembinaan tersebut.

Pemanfaatan area brandgang sebagai lahan pertanian ini merupakan langkah inovatif dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia di lingkungan Rutan. Program ini dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian, sekaligus memberikan keterampilan praktis kepada warga binaan sebagai bekal setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Rutan Magetan, Ari Rahmanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung program ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.

“Program pertanian ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian yang terus kami dorong di Rutan Magetan. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga memberikan keterampilan bagi warga binaan sehingga diharapkan dapat menjadi bekal yang bermanfaat ketika mereka kembali ke masyarakat, ” ujar Ari.

Senada dengan hal tersebut, Kasubsie Pelayanan Tahanan Galogo Sakti menjelaskan bahwa kegiatan pertanian ini melibatkan warga binaan secara langsung mulai dari proses penanaman, perawatan hingga panen.

“Melalui kegiatan ini, warga binaan tidak hanya dilibatkan dalam proses menanam dan merawat tanaman, tetapi juga belajar mengenai pengelolaan pertanian secara sederhana. Harapannya keterampilan ini dapat mereka manfaatkan setelah menjalani masa pidana, ” jelas Sakti.

Salah satu warga binaan yang terlibat dalam kegiatan tersebut, berinisial S, mengaku senang dapat mengikuti program pembinaan pertanian yang dilaksanakan di Rutan Magetan.

“Saya merasa senang bisa ikut menanam dan merawat tanaman sampai panen. Selain menambah pengalaman, kegiatan ini juga membuat kami merasa lebih produktif selama menjalani masa pembinaan, ” ungkapnya.

Kegiatan ini juga selaras dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle). Melalui program ini, Rutan Magetan terus berupaya menghadirkan pembinaan yang produktif sekaligus memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun lingkungan Rutan. (Humas Rutan Magetan)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |