Indonesia Kecam Serangan Israel di Lebanon, Personel UNIFIL Terluka

19 hours ago 4

JAKARTA - Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya ketegangan di Lebanon, khususnya di Beirut dan sepanjang garis demarkasi Blue Line di Lebanon selatan, serta atas serangan terhadap pos UNIFIL yang telah menyebabkan luka pada sejumlah personel pemelihara perdamaian

Indonesia menilai serangan Israel di Lebanon selatan, memperburuk situasi keamanan di Lebanon.

“Pemerintah Indonesia mengecam keras serangan Israel di Lebanon selatan, yang merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 1701 (2006), ” tulis Kemlu RI dalam pernyataannya melalui akun resmi Kementerian Luar Negeri RI di platform X Sabtu (14/3/2026)

Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon, menghentikan serangan yang membahayakan warga dan infrastruktur sipil, serta kembali pada dialog dan diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut dan mewujudkan perdamaian.

Indonesia menegaskan tanggung jawab seluruh pihak di bawah hukum internasional untuk menjamin keselamatan dan keamanan personel dan properti PBB.

Pemerintah Indonesia terus memantau secara dekat perkembangan situasi serta dampaknya terhadap Kontingen Garuda yang bertugas di UNIFIL, dan memastikan bahwa keselamatan dan keamanan personel pasukan pemelihara perdamaian menjadi prioritas utama dalam situasi saat ini.

"Pemerintah menyampaikan penghargaan atas integritas, profesionalisme dan dedikasi Kontingen Garuda bersama UNIFIL dalam menjalankan mandatnya untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di Lebanon selatan, dan berharap agar seluruh Kontingen Garuda diberikan keselamatan dalam menjalankan tugasnya". pungkas Kemenlu RI

Tetap bertugas di tengah eskalasi konflik di perbatasan :

Kontingen Garuda (Konga) TNI di UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon) adalah pasukan perdamaian Indonesia yang bertugas di Lebanon Selatan. Pada 2025, sekitar 1.090 personel gabungan dari berbagai Satgas, seperti Indobatt (Yonmek), FHQSU, MPU, MCOU, dan Hospital, dikerahkan untuk menjaga perdamaian, mengamankan garis biru, serta melakukan tugas kemanusiaan dan diplomasi budaya.

UNIFIL Pasukan perdamaian PBB yang dibentuk pada Maret 1978 berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan 425 dan 426 untuk mengonfirmasi penarikan mundur Israel, memulihkan keamanan, dan membantu pemerintah Lebanon di wilayah selatan. Indonesia adalah kontributor terbesar dari total sekitar 10.000 personel dari 50 negara.

Israel melancarkan serangan udara intensif di Lebanon Selatan dan pinggiran Beirut mulai Senin, 2 Maret 2026. Eskalasi terus berlanjut, dengan serangan udara tercatat di Abbasiyah, dekat Tyre, Lebanon Selatan pada Jumat, 13 Maret 2026, serta pemboman di Kfar Tebnit pada awal Maret. 

Serangan ini terjadi di tengah eskalasi konflik yang melibatkan Hizbullah dan Israel, dengan penduduk di banyak desa di Lebanon selatan diminta mengungsi.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |