Iran Tegas: Tak Ada Negosiasi dengan AS, Trump Dituding Bohong

4 days ago 5

Istanbul - Di tengah riuhnya isu perundingan internasional, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Ali Larijani, dengan tegas membantah klaim bahwa Teheran berupaya membuka kembali dialog dengan Washington. Pernyataan ini mengakhiri spekulasi yang beredar, menegaskan sikap Iran yang tidak akan terlibat dalam pembicaraan apa pun dengan Amerika Serikat.

Melalui platform X, Larijani menyampaikan bantahannya, merespons laporan yang menyebutkan Iran meluncurkan inisiatif baru untuk bernegosiasi dengan AS. Ia secara spesifik merujuk pada laporan Al Jazeera yang mengutip The Wall Street Journal, yang mengindikasikan adanya upaya melanjutkan negosiasi melalui perantaraan Oman.

"Kami tidak akan bernegosiasi dengan AS, " tegas Larijani, mengutip pernyataan yang disampaikan pada Senin (02/03/2026).

Tak berhenti di situ, dalam unggahan terpisah, Larijani juga melontarkan kritik tajam terhadap Presiden AS Donald Trump. Ia menuding Trump telah menyeret kawasan ke dalam kekacauan dengan "ilusi kosong" yang dimilikinya.

"Kini ia khawatir akan jatuhnya lebih banyak tentara Amerika. Dengan delusinya sendiri, ia telah mengubah slogan ‘America First’ menjadi ‘Israel First’ dan mengorbankan pasukan Amerika demi ambisi kekuasaan Israel, " ujar Larijani, menyuarakan kekecewaannya.

Ia menambahkan tudingan bahwa Trump telah membuat tentara Amerika dan keluarga mereka harus menanggung konsekuensi dari "kebohongan baru" yang diciptakannya.

Ketegangan antara Iran dan AS semakin memanas pasca kampanye militer gabungan AS-Israel yang dilaporkan menewaskan sejumlah pejabat senior Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai respons, Teheran melancarkan serangan drone dan rudal yang menyasar beberapa negara Teluk, yang dilaporkan menyebabkan tiga personel militer AS tewas dan lima lainnya luka serius.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |