Jalan Nyaris Patah, Warga Desak Pemkab Barru Segera Bertindak

2 hours ago 2

BARRU — Kondisi jalan rabat beton yang menghubungkan Kecamatan Tanete Riaja dengan Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, semakin mengkhawatirkan. Sebagian badan jalan runtuh dan telah terlihat tanda-tanda keretakan serta patahan di Dusun Parenring, Desa Mattirowalie, Kecamatan Tanete Riaja.

Jalan tersebut disebut telah mengalami kerusakan selama hampir dua tahun. Meski telah beberapa kali dikunjungi dan dilakukan asesmen oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) maupun instansi terkait lainnya, hingga kini belum terlihat tindak lanjut perbaikan secara nyata.

Kondisi tersebut membuat warga khawatir kerusakan semakin meluas. Jika tidak segera ditangani, badan jalan yang tersisa dikhawatirkan ikut runtuh sehingga akses transportasi menuju Kecamatan Pujananting dapat terputus.

"Sudah ada dua tahun jalan itu ambruk, tak ada perhatian perbaikan. Rabat beton sudah runtuh, " ungkap Bahri, warga Parenring, Selasa (1/9/2026).

Saat ini, kendaraan hanya dapat melintas pada sekitar separuh badan jalan yang masih tersisa. Kondisi tersebut dinilai sangat berisiko, terutama karena bagian jalan yang masih digunakan mulai menunjukkan tanda-tanda keretakan.

"Warga yang melintas saat ini juga khawatir karena jalan yang masih bisa dilalui kendaraan sudah mau patah. Kalau itu ambruk, akses ke Kecamatan Pujananting bisa terputus. Sebelum benar-benar terputus, masa tidak ada perhatian pemerintah?" ujar salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi.

Selain badan jalan yang runtuh, kondisi di bawah rabat beton juga mulai berongga. Hal tersebut semakin meningkatkan risiko terjadinya ambruk susulan.

Kekhawatiran warga juga bertambah karena jalan tersebut masih dilalui kendaraan dengan muatan berat. Bahkan, sejumlah truk berukuran 10 roda disebut masih melintas di jalur tersebut.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Barru segera mengambil langkah konkret untuk menangani kerusakan sebelum terjadi kecelakaan maupun terputusnya akses transportasi antarkecamatan.

Belum adanya perbaikan terhadap kerusakan yang telah berlangsung hampir dua tahun tersebut juga memunculkan sorotan terhadap kinerja pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan infrastruktur jalan.

Warga meminta pemerintah tidak hanya melakukan kunjungan dan asesmen, tetapi segera melakukan penanganan di lapangan mengingat kondisi jalan yang dinilai semakin kritis.

(red-jni)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |