KAI Daop 7 Madiun Perketat Kesehatan Awak Kereta untuk Lebaran 2026

3 hours ago 3

Memastikan setiap perjalanan kereta api melesat aman menuju kampung halaman, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun tak main-main dalam mempersiapkan personelnya untuk menghadapi lonjakan penumpang di masa Angkutan Lebaran 1447 Hijriah atau 2026 mendatang. Komitmen ini diwujudkan melalui program unggulan bertajuk "Kesehatan Menyapa Lintas", sebuah inisiatif komprehensif yang menyasar para pekerja di seluruh wilayah operasional KAI Daop 7.

Program ini tidak hanya sekadar formalitas, melainkan sebuah langkah preventif mendalam yang mencakup pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan tes narkoba secara acak. Tujuannya jelas: menjamin seluruh garda terdepan, mulai dari masinis yang mengendalikan lokomotif, kondektur yang memastikan kenyamanan penumpang, hingga petugas operasional lainnya, berada dalam kondisi fisik dan mental prima.

"Kami berkomitmen memberikan jaminan keamanan bagi para pemudik. Seluruh garda terdepan, mulai dari Masinis, Kondektur, hingga petugas operasional, harus dalam kondisi prima. Melalui Kesehatan Menyapa Lintas, kami memastikan tidak ada celah bagi penggunaan narkoba maupun penurunan kondisi fisik yang dapat mengganggu keselamatan, " tegas Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, pada Rabu (11/3/2026)

Kegiatan vital ini diselenggarakan secara serentak di empat titik strategis yang menjadi denyut nadi operasional KAI Daop 7 Madiun. Titik-titik tersebut meliputi Depo Lokomotif Madiun, Stasiun Kertosono, Stasiun Tulungagung, dan Stasiun Blitar, memastikan cakupan yang merata bagi seluruh personel.

Lebih dari sekadar pemeriksaan fisik, "Kesehatan Menyapa Lintas" juga membekali para pekerja dengan pengetahuan esensial melalui penguatan materi edukasi. Materi yang disajikan mencakup beragam aspek krusial, mulai dari pemahaman mendalam mengenai Ketentuan Pelayanan Kesehatan yang meliputi prosedur di fasilitas kesehatan kerja sama dan mekanisme restitusi, hingga sosialisasi manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta optimalisasi penggunaan sistem e-claim restitusi dan mekanisme Coordination of Benefit (COB) dalam aspek Kesejahteraan & Digitalisasi.

Aspek kesiapan darurat menjadi pilar penting lainnya dalam agenda ini. Para pekerja menerima pelatihan intensif dalam Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), Bantuan Hidup Dasar (BHD), serta Manajemen Kelelahan (Fatigue Management). Pelatihan ini sangat krusial mengingat padatnya jadwal dinasan yang harus dihadapi selama masa Angkutan Lebaran.

Tim medis KAI Daop 7 Madiun tak kenal lelah melakukan skrining kesehatan yang cermat. Pemeriksaan vital sign meliputi tensi dan nadi, serta cek laboratorium sederhana seperti Gula Darah Acak (GDA), Asam Urat (UA), dan Kolesterol, menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian ini. Tak lupa, skrining keamanan yang melibatkan pemeriksaan kadar alkohol dan tes narkoba secara acak, bekerja sama erat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat, menjadi benteng terakhir demi menjaga integritas personel.

Hasilnya pun menggembirakan. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan di keempat lokasi tersebut, seluruh petugas yang mengikuti tes dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba dan tengah berada dalam kondisi fisik yang sehat. Ini menjadi modal berharga bagi KAI Daop 7 Madiun dalam mengemban tugas mulia ini.

"Dengan personil yang sehat, disiplin, dan bebas narkoba, KAI Daop 7 Madiun optimis dapat menyukseskan Angkutan Lebaran 2026 dengan mengusung semangat ‘Semakin Melayani’. Kami siap mengantarkan pelanggan bertemu keluarga di kampung halaman dengan selamat sehingga dapat mendukung program pemerintah untuk “Lebaran Nyaman Bersama”, ” pungkas Tohari.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |