MADIUN - Menyambut akhir masa libur sekolah, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun telah menyulap momen ini menjadi petualangan edukatif yang tak terlupakan bagi para generasi muda. Melalui program eksklusif KAI Rail Academy, bagian dari rangkaian acara tahunan KAI Schooliday, anak-anak diajak menyelami dunia perkeretaapian dengan cara yang paling otentik.
Lebih dari sekadar kunjungan biasa, KAI Rail Academy dirancang khusus untuk menanamkan benih kecintaan terhadap moda transportasi kereta api sejak dini, sekaligus memberikan edukasi mendalam. Tahun ini, tiga anak beruntung dari Madiun dan Nganjuk mendapatkan kesempatan emas untuk merasakan langsung denyut nadi operasional PT KAI.
“Ketiga anak yang beruntung untuk mengikuti Rail Academy adalah Sultan Maulana Rafi Ibrahim dan Arsya Nuruddin Zanki dari Madiun serta Natasya Adera Ramadhona dari Nganjuk, ” ujar Tohari, Manager Humas Daop 7 Madiun.
Para peserta cilik ini tidak hanya menjadi penonton, melainkan diajak berperan aktif. Mereka berkesempatan merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi seorang kondektur yang sigap melayani penumpang, hingga menjadi petugas pengawas peron (PAP) yang memastikan kelancaran di area keberangkatan. Interaksi langsung dengan pelanggan, memberikan pengumuman melalui fasilitas announcer PAP, serta mempelajari tata cara pelayanan di lapangan menjadi bagian dari pengalaman imersif ini.
Lebih jauh lagi, para peserta diajak untuk mengenal berbagai profesi vital dalam dunia kereta api, mulai dari masinis yang mengendalikan lokomotif, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) yang menjaga keamanan, hingga pramugara dan pramugari (Prama/Prami) yang memberikan kenyamanan selama perjalanan. Mereka pun berkesempatan mempraktikkan cara mengakses informasi di layanan pelanggan, melayani pembelian tiket di loket, memahami proses boarding, hingga mengenal ragam layanan kereta api yang dioperasikan oleh KAI.
Melalui KAI Rail Academy ini, KAI Daop 7 Madiun berharap pengalaman edukatif dan interaktif ini dapat terukir dalam ingatan para peserta hingga dewasa kelak. Sebuah harapan tersirat agar momen akhir liburan ini menjadi kenangan manis yang memupuk rasa rindu untuk kembali menikmati kenyamanan perjalanan kereta api di masa depan.
















































