Kampanye Anti Kekerasan Terhadap Anak, Pangdam III/Siliwangi Tekankan Peran Keluarga dalam Membangun Generasi Berkualitas

4 weeks ago 21

TASIKMALAYA – Panglima Kodam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., dijadwalkan menjadi narasumber dalam kegiatan kampanye perlindungan anak yang diselenggarakan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya mulai pukul 10.30 hingga 12.00 WIB tersebut mengangkat tema “Metode Penguatan Mental Anak dalam Pola Asuh Keluarga”. Acara ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional sekaligus kampanye bertajuk “Anti-Kekerasan terhadap Anak Selama 24 Jam”. 

Melalui kegiatan tersebut, KPAID Kabupaten Tasikmalaya mengajak masyarakat meningkatkan kesadaran dan komitmen bersama dalam mencegah segala bentuk kekerasan terhadap anak. Perlindungan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan lembaga terkait, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen bangsa.

Dalam materi yang disampaikan, Mayjen TNI Kosasih menempatkan keluarga sebagai madrasah pertama bagi anak. Keluarga merupakan lingkungan awal tempat anak mengenal nilai moral, kasih sayang, kedisiplinan, tanggung jawab, serta cara berinteraksi dengan orang lain.

Kualitas generasi bangsa, menurutnya, tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Generasi berkualitas harus dibangun melalui empat pilar utama, yakni kesehatan fisik, kesehatan mental, kekuatan spiritual dan moral, serta kemampuan sosial dan budaya.

Orang tua karena itu memiliki peranan penting dalam memberikan keteladanan. Anak tidak cukup hanya diberikan nasihat, tetapi membutuhkan contoh nyata yang dapat dilihat dan ditiru dalam kehidupan sehari-hari.

Mayjen TNI Kosasih mengatakan, keluarga harus menjadi tempat paling aman bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun mental.

“Keluarga adalah madrasah pertama bagi anak. Dari keluargalah karakter, moral, kedisiplinan, kasih sayang, dan rasa tanggung jawab mulai dibentuk. Anak mungkin tidak selalu mendengarkan nasihat orang tuanya, tetapi mereka akan melihat dan meniru apa yang dilakukan orang tuanya, ” katanya.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan perubahan lingkungan sosial menghadirkan tantangan tersendiri bagi generasi muda. Anak-anak kini menghadapi risiko penyalahgunaan narkoba, pergaulan negatif, kekerasan, perundungan, kecanduan permainan daring, hingga paparan konten digital yang tidak sesuai dengan usia mereka.

Menghadapi kondisi tersebut, orang tua diminta tidak hanya mengawasi, tetapi juga membangun komunikasi terbuka dan menjadi sahabat bagi anak. Pendampingan harus dilakukan dengan kasih sayang, tanpa mengabaikan ketegasan dan kedisiplinan.

“Orang tua harus hadir secara utuh dalam kehidupan anak. Dengarkan cerita mereka, hargai prosesnya, berikan perhatian, dan bangun disiplin dengan cinta, bukan dengan kekerasan fisik maupun verbal, ” ujar Mayjen TNI Kosasih.

Dalam penguatan karakter keluarga, nilai-nilai kearifan lokal Siliwangi juga dinilai tetap relevan untuk diterapkan. Nilai tersebut meliputi silih asih, yaitu saling menyayangi; silih asah, yaitu saling mencerdaskan; silih asuh, yaitu saling membimbing dan melindungi; serta silih wawangi, yakni saling menjaga kehormatan dan nama baik.

Menurut Mayjen TNI Kosasih, penerapan nilai-nilai tersebut dapat menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis sekaligus memperkuat daya tahan mental anak ketika menghadapi berbagai persoalan.

 “Generasi emas tidak lahir dengan sendirinya. Mereka tumbuh dari keluarga yang penuh kasih sayang, memberikan keteladanan, serta konsisten membimbing dan melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif, ” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto, S.IP., menyampaikan bahwa keterlibatan berbagai unsur, termasuk TNI, memiliki arti penting dalam memperkuat gerakan perlindungan anak.

 “Kehadiran dan pemaparan Pangdam III/Siliwangi diharapkan memberikan penguatan nilai kedisiplinan, kepedulian, dan perlindungan terhadap anak. Kami ingin membangun komitmen bersama agar setiap anak dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, ramah, nyaman, dan terbebas dari kekerasan, ” ujarnya.

Kegiatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa penguatan mental anak harus dimulai dari rumah. Dengan pola asuh yang berlandaskan kasih sayang, komunikasi, keteladanan, dan kedisiplinan, keluarga dapat melahirkan generasi yang sehat, tangguh, bermoral, dan berkualitas.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |