PADANG — Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin Apel Pembinaan dalam peluncuran kerja sama program Polri Peduli Sekolah Rakyat antara Polda Sumbar dan Dinas Sosial Provinsi Sumbar di Lapangan Mapolda Sumbar, Selasa (10/3/2026).
Program ini menjadi langkah konkret Polri dalam mendukung program pendidikan nasional melalui pembinaan karakter, disiplin, serta pendampingan psikologis bagi siswa Sekolah Rakyat, yang mayoritas berasal dari keluarga ekonomi terbatas.
Dalam amanatnya, Kapolda menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bentuk tanggung jawab negara untuk memastikan seluruh anak bangsa mendapatkan akses pendidikan yang layak dan berkualitas.
“Negara memberi tanggung jawab untuk menyediakan akses seluas-luasnya bagi anak bangsa, khususnya dari keluarga kurang mampu, agar memperoleh pendidikan yang layak. Melalui program Polri Peduli Sekolah Rakyat, kami ingin berkontribusi dalam pembinaan karakter siswa, ” kata Kapolda.
Ia menjelaskan, pembinaan yang dilakukan Polri mencakup berbagai aspek, mulai dari pelatihan peraturan baris-berbaris, pemahaman hukum, keselamatan berlalu lintas, hingga edukasi bahaya narkoba.
Selain itu, Polda Sumbar juga menyiapkan pendampingan psikologis bagi para siswa agar mampu beradaptasi dengan sistem pendidikan berasrama yang diterapkan dalam program Sekolah Rakyat.
“Kami meyakini pembinaan generasi muda adalah investasi jangka panjang. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan mentor untuk membentuk generasi yang tangguh, jujur, dan disiplin, ” ujarnya.
Apel pembinaan tersebut diikuti siswa dari tiga Sekolah Rakyat, yakni SRMA 4 Kota Padang, SRMP 4 Kota Padang, dan SRMP Solok.
Kabiro SDM Polda Sumbar Kombes Pol Anissullah M Ridha menambahkan bahwa pihaknya akan memastikan pendampingan psikologis terhadap para siswa berjalan optimal melalui keterlibatan personel Polri sebagai mentor.
“Kita ingin anak-anak di Sekolah Rakyat ini tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki mental yang stabil dan kedisiplinan tinggi. Personel Polri akan berperan aktif dalam membentuk karakter mereka, ” ujarnya.
Menurutnya, program ini juga bertujuan memperkuat komunikasi antara Polda Sumbar dengan pihak sekolah agar pembinaan siswa dapat berjalan berkelanjutan.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya menegaskan keberhasilan program ini membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk guru dan orang tua siswa.
“Apel pembinaan ini menjadi pesan bahwa Polri peduli terhadap pendidikan. Kami akan terus menyosialisasikan kegiatan positif di Sekolah Rakyat agar tercipta lingkungan belajar yang aman dan bebas dari perundungan, ” kata Susmelawati.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan program pemerintah yang mulai dirintis sejak 2025 dengan target awal 200 sekolah di seluruh Indonesia. Setiap sekolah diproyeksikan mampu menampung hingga 1.000 siswa dengan fasilitas asrama serta lingkungan belajar terpadu di lahan seluas 5 hingga 10 hektare.
Kegiatan apel pembinaan ini juga dihadiri Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin, Irwasda, para pejabat utama Polda Sumbar, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar, serta para kepala sekolah dan siswa Sekolah Rakyat tingkat menengah pertama dan menengah atas.
(Berry)









































