Kapolres Semarang Dorong Pelajar Isi Ramadhan dengan Kreativitas & Positif

8 hours ago 5

UNGARAN - Suasana penuh makna menyelimuti Aula Gedung B SMK NU Ungaran pada Rabu (11/3/2026) saat gelaran Pesantren Kilat Ramadhan. Acara yang dirancang khusus untuk siswa kelas X dan XI ini kedatangan tamu istimewa, Kapolres Semarang AKBP Ratna Quratul Ainy. Bersama Kapolsek Ungaran Barat dan Kasat Binmas Polres Semarang, beliau hadir untuk memberikan pembinaan karakter dan edukasi penting bagi para pelajar selama bulan suci Ramadhan.

Dengan tema yang relevan, “Antisipasi Kenakalan Remaja saat Ramadhan dan Hari Raya”, kegiatan ini membuka wawasan siswa tentang potensi perilaku menyimpang yang kerap muncul di momen-momen tersebut. Mulai dari godaan balap liar yang berbahaya, penggunaan petasan yang dapat membahayakan, hingga aktivitas lain yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat, semua dibahas secara gamblang.

Kapolres Semarang, AKBP Ratna Quratul Ainy, menekankan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang sangat berharga. Momen ini bukan hanya untuk meningkatkan keimanan, tetapi juga kesempatan emas untuk menggali dan mengembangkan potensi diri melalui kegiatan yang positif dan memberikan manfaat.

"Kami mengajak para pelajar untuk mengisi bulan Ramadhan dengan kegiatan bermanfaat, meningkatkan ibadah, dan menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja. Generasi muda harus menjadi contoh baik di lingkungan masing-masing dan memanfaatkan teknologi secara bijak untuk hal-hal positif, ” ujar AKBP Ratna, Rabu (11/3/2026).

Lebih dari sekadar pencegahan kenakalan, Kapolres AKBP Ratna juga menjadi pionir dalam mendorong pemanfaatan teknologi sebagai wadah pengembangan kreativitas para siswa. Beliau menyoroti potensi besar dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai bagian dari pembelajaran inovatif yang dapat diadopsi oleh para pelajar.

"Beberapa siswa SMK NU dan sekolah lain di Kabupaten Semarang telah menerima pelatihan AI dari tim AI ASEAN yang diprakarsai Polres Semarang. Kami berharap ini dapat meningkatkan kreativitas dan kemampuan generasi muda, ” tambahnya.

Pesan tegas juga disampaikan Kapolres mengenai pentingnya menghindari jerat hal-hal negatif yang dapat berujung pada masalah hukum.

"Jangan sampai para pelajar mengisi Ramadhan dan merayakan Idul Fitri dengan berurusan hukum, sehingga harus bertemu kami di Polres Semarang dengan pengalaman yang negatif, ” tegasnya.

Kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan di SMK NU Ungaran ini diharapkan menjadi bekal berharga bagi para siswa. Dengan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya menjaga perilaku, memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif, serta kemampuan menguasai teknologi, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga inovatif dan mampu bersaing di masa depan.

(Infopublik)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |