Kawal Kasus Intoleransi, AMM Barru Tegaskan Hukum Harus Tegak di Atas Pencitraan

1 week ago 8

BARRU - Insiden dugaan tindakan intoleransi yang menimpa warga Muhammadiyah di Kabupaten Barru kini memasuki babak baru. 

Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Barru menyatakan sikap tegas untuk mengawal proses hukum hingga tuntas, meski pemerintah daerah tengah gencar berupaya memulihkan citra daerah dari label Barru Intoleran.

Ketegangan bermula saat warga Muhammadiyah hendak melaksanakan ibadah Shalat Idulfitri di Masjid Nurut Tajdid Pepabri. 

Alih-alih mendapatkan kekhusyukan, jamaah justru mendapat penolakan dan pengusiran dari oknum warga yang diduga terkait sengketa lahan.

Tak berhenti di situ, situasi semakin memanas saat rapat internal Muhammadiyah pascakejadian diduga disabotase. 

Sekelompok oknum warga datang dalam jumlah besar, melakukan intimidasi, hingga melakukan pelemparan ke area masjid secara kasar.

Merespons narasi negatif yang berkembang luas di ruang publik, Pemerintah Kabupaten Barru menginisiasi pertemuan dengan tokoh masyarakat dan Ketua PDM Barru.

Pemkab menekankan bahwa label Barru Intoleran tidak tepat dan meminta klarifikasi untuk menjaga nama baik daerah.

Namun, langkah ini menuai kritik halus dari sejumlah kalangan yang menilai pendekatan pemerintah terlalu berfokus pada public relations ketimbang menyentuh substansi persoalan.

"Laporan sudah kami masukkan, dan kami berkomitmen untuk terus mengawal proses ini sampai para pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku, " tegas perwakilan AMM Barru, pada Kamis (26/3/2026).

Adapun Poin-Poin Tuntutan AMM Barru:

  - Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: AMM telah resmi melaporkan dugaan penghalangan ibadah, intimidasi, dan perusakan ke pihak kepolisian.

  - Substansi di Atas Reputasi: Menilai pemulihan citra daerah tidak akan efektif tanpa adanya keadilan bagi korban.

  - Transparansi Proses: Mendorong aparat penegak hukum bertindak profesional dan transparan agar spekulasi liar di masyarakat mereda.

Meski Pemkab Barru menyatakan komitmennya dalam menjaga harmoni sosial, mata publik kini tertuju pada kepolisian. 

Keberanian aparat dalam menindaklanjuti laporan AMM menjadi kunci apakah Kabupaten Barru benar-benar inklusif atau sekadar bersembunyi di balik narasi perdamaian.

AMM Barru juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi, sembari memastikan bahwa setiap tindakan melanggar hukum harus dipertanggungjawabkan di hadapan meja hijau.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |