Kisah Albertus Wahyurudhanto: Dari Wartawan Olahraga ke Guru Besar Kepolisian

1 week ago 8

PROFIL - Perjalanan hidup Albertus Wahyurudhanto adalah bukti nyata bagaimana pengalaman yang beragam dapat membentuk seorang pribadi yang berdedikasi. Lahir pada 7 April 1964, ia kini mengemban amanah sebagai Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) periode 2020-2024, mewakili unsur pakar kepolisian. Pelantikannya oleh Presiden Joko Widodo pada 19 Agustus 2020 menandai babak baru dalam kariernya yang kaya.

Sejak tahun 2003, Albertus telah mengabdikan diri sebagai dosen tetap di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian. Namun, sebelum terjun ke dunia akademis kepolisian, ia menorehkan jejak panjang selama 17 tahun sebagai wartawan di harian Suara Merdeka Semarang. Pengalamannya sebagai jurnalis memberinya perspektif unik yang kini ia bawa dalam setiap tugasnya.

Pada 1 Juni 2023, sebuah pencapaian luar biasa diraihnya: pengukuhan sebagai Profesor/Guru Besar dalam bidang Ilmu Pemerintahan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian. Ini adalah puncak dari dedikasi dan keahliannya yang terus diasah.

Karier jurnalistik Albertus dimulai pada tahun 1986, meliput berbagai ajang olahraga prestisius. Ia pernah menyaksikan langsung kemegahan Asian Games di Jepang (1994), merasakan atmosfer Olimpiade di Amerika Serikat (1996), mengikuti keseruan All England di Inggris (1991-1996), dan menyaksikan Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Swiss (1995). Pengalaman ini tentu membentuk ketajaman observasinya.

Tak hanya olahraga, Albertus juga aktif dalam misi kebudayaan dan kegiatan internasional. Ia pernah menjadi delegasi dalam Misi Kebudayaan Indonesia di Lefkada, Yunani (1997), serta mewakili Indonesia dalam Kongres Wartawan se-Asia Pasifik di Busan, Korea Selatan (2002). Keterlibatannya dalam forum-forum internasional ini memperluas wawasannya.

Sejak 2003, Albertus mendedikasikan dirinya sebagai pengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian. Ia membawakan berbagai mata kuliah krusial, mulai dari Kebijakan Publik, Politik, Komunikasi, Penulisan Ilmiah, hingga Administrasi Kepolisian Kontemporer. Pengalaman mengajarnya yang luas inilah yang mengantarkannya pada pengukuhan sebagai Guru Besar.

Sebagai Komisioner Kompolnas, Albertus dikenal vokal dalam menyuarakan reformasi kepolisian. Ia menekankan pentingnya perbaikan budaya internal dan mendorong transparansi serta keterbukaan terhadap kritik publik. Sikapnya yang tegas namun konstruktif mencerminkan komitmennya untuk institusi kepolisian yang lebih baik.

Kehidupan pribadinya pun tak kalah inspiratif. Pada tahun 1998, Albertus menikah dengan Christiana Sekar Mustikapeni, S.Pt., M.M., seorang wanita kelahiran Semarang, 2 April 1972. Sang istri kini meniti karier di Bank Negara Indonesia sebagai Kepala KCP Bona Indah di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Christiana Sekar Mustikapeni adalah cicit dari R.A. Maria Soelastri Sasraningrat, cucu dari Pakualam III, yang dikenal sebagai Pendiri Wanita Katolik Republik Indonesia.

Dari pernikahan ini, Albertus Wahyurudhanto dan Christiana Sekar Mustikapeni dikaruniai tiga putra: Felix Anggit Wikubhawa Pratistha, Louis Bisma Wicaksana Praharsa, dan Alex Cahya Wirayudha Pranaya. Kehadiran keluarga menjadi penyemangat dalam setiap langkah pengabdiannya. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |