SERANG – Di tengah maraknya permainan berbasis digital yang semakin akrab dengan kehidupan anak-anak, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) Kelompok 11 Kelurahan Sukajaya menghadirkan cara belajar yang berbeda. Melalui program bertajuk "Mengembalikan Permainan Tradisional Bersama Anak-anak MI Nurul Hidayah", mahasiswa mengajak para siswa mengenal kembali permainan warisan budaya yang sarat akan nilai pendidikan karakter.

Kegiatan yang digelar di MI Nurul Hidayah, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Curug, Kota Serang, Sabtu (18/7/2026), merupakan bagian dari program kerja bidang sosial KKM UNIBA Kelompok 11. Program ini bertujuan melestarikan permainan tradisional sekaligus menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, kejujuran, dan kerja sama kepada anak-anak sejak usia dini.
Sejak kegiatan dimulai, suasana sekolah dipenuhi keceriaan. Mahasiswa KKM membagi siswa ke dalam beberapa kelompok untuk mengikuti berbagai permainan tradisional yang pernah menjadi bagian dari masa kecil masyarakat Indonesia.
Permainan seperti engklek, gobak sodor, congklak, lompat tali, hingga ular naga dimainkan secara bergantian. Tidak hanya menghadirkan kegembiraan, setiap permainan juga menjadi sarana belajar yang mampu melatih komunikasi, kekompakan, kemampuan bersosialisasi, serta rasa tanggung jawab di antara para siswa.
Gelak tawa dan sorak semangat terdengar sepanjang kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap permainan yang dipandu mahasiswa KKM. Bagi sebagian siswa, permainan tersebut menjadi pengalaman baru yang memperkenalkan mereka pada budaya lokal yang mulai jarang dimainkan.
Kepala MI Nurul Hidayah, Sutihat, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 11 yang menghadirkan kegiatan edukatif sekaligus mengenalkan kembali nilai-nilai budaya kepada peserta didik.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 11 atas terselenggaranya kegiatan ini. Di era digital seperti sekarang, anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai sehingga mulai melupakan permainan tradisional. Padahal, permainan-permainan tersebut mengandung banyak nilai positif, seperti kerja sama, kejujuran, sportivitas, disiplin, dan kepedulian terhadap teman. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena anak-anak dapat belajar sambil bermain dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan agar permainan tradisional tetap lestari dan dikenal oleh generasi muda, " ujar Sutihat.
Mahasiswa KKM UNIBA Kelompok 11 menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan mengajak anak-anak bermain, tetapi juga membangun karakter melalui aktivitas yang melibatkan interaksi langsung antarsesama. Permainan tradisional dinilai mampu menjadi media pembelajaran yang efektif dalam membentuk sikap saling menghargai, bekerja sama, dan berkomunikasi secara sehat.
Melalui kegiatan ini, KKM UNIBA Kelompok 11 berharap permainan tradisional dapat kembali menjadi bagian dari kehidupan anak-anak di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Selain melestarikan budaya bangsa, kegiatan tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang bermain yang sehat, edukatif, dan mempererat hubungan sosial di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus memperkuat komitmen KKM UNIBA Kelompok 11 dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi dunia pendidikan, pelestarian budaya lokal, dan pembentukan karakter generasi penerus bangsa.
















































