KARAWANG – Kodim 0604/Karawang menggelar kegiatan Asistensi dan Monitoring Pembentukan Jaringan Media Online bagi perwakilan Babinsa dari seluruh Koramil jajaran, Minggu (12/7/2026). Kegiatan berlangsung di Makodim 0604/Karawang, Jalan Siliwangi Nomor 2, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi personel, khususnya Babinsa, dalam menyusun narasi pemberitaan yang akurat, informatif, menarik, dan mampu menggambarkan berbagai bentuk pengabdian TNI kepada masyarakat.
Asistensi menghadirkan Ketua Jurnalis Nasional Indonesia (JNI), Dr. Ir. Hendri, ST., MT., sebagai narasumber dengan materi bertajuk “Media Jaringan Terintegrasi dan Terinterkoneksi Mulai dari Tingkat Babinsa hingga Kodam III/Siliwangi.”
Dalam pemaparannya, Dr. Hendri menjelaskan bahwa setiap Babinsa memiliki peran strategis sebagai sumber informasi terdekat dari masyarakat. Berbagai kegiatan pembinaan teritorial, komunikasi sosial, ketahanan pangan, penanganan bencana, hingga pendampingan pembangunan desa perlu didokumentasikan dan disampaikan melalui narasi jurnalistik yang baik.
Menurutnya, jaringan media yang terintegrasi dan terinterkoneksi memungkinkan informasi dari tingkat desa dihimpun secara berjenjang melalui Koramil, Kodim, Korem, hingga Kodam III/Siliwangi. Sistem tersebut diharapkan dapat mempercepat penyebaran informasi sekaligus memperluas jangkauan publikasi kinerja satuan.
Narasumber berikutnya, Dr. Sulhan, SH., S.Pd., S.Psi., M.Kn., selaku Ketua Tim Asistensi dan Monitoring Media Online Kodam III/Siliwangi, menyampaikan materi mengenai “Perang Kognitif.”
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah mengubah karakter ancaman. Pertarungan tidak hanya berlangsung secara fisik, tetapi juga menyasar cara berpikir, persepsi, emosi, dan tingkat kepercayaan masyarakat melalui penyebaran informasi di ruang digital.
Karena itu, setiap personel harus memiliki kemampuan literasi digital, memahami teknik penyusunan pesan, serta mampu membedakan informasi yang benar, menyesatkan, dan bersifat provokatif. Pemberitaan kegiatan TNI yang faktual dan berkesinambungan menjadi salah satu upaya membangun ketahanan informasi di tengah masyarakat.
Salah seorang peserta, Babinsa Sertu Tamrudin, mengaku kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan praktis dalam mendokumentasikan dan menarasikan berbagai kegiatan di wilayah binaan.
“Selama ini banyak kegiatan Babinsa bersama masyarakat yang memiliki manfaat besar, tetapi belum seluruhnya dapat disampaikan melalui pemberitaan yang baik. Melalui asistensi ini, kami belajar menentukan sudut pandang, menyusun fakta, membuat judul, serta menghasilkan narasi yang mudah dipahami masyarakat, ” kata Sertu Tamrudin.
Ia menambahkan, kemampuan membuat pemberitaan akan membantu Babinsa menyampaikan kondisi wilayah sekaligus menunjukkan berbagai bentuk sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat.
Kasdim 0604/Karawang Mayor Inf. Saeful Husna mengatakan, pembentukan jaringan media online menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi publik satuan.
“Babinsa merupakan ujung tombak satuan teritorial yang setiap hari berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kemampuan mengolah fakta lapangan menjadi informasi yang baik sangat diperlukan agar berbagai kegiatan positif dan solusi yang dihasilkan bersama masyarakat dapat diketahui publik, ” ujar Mayor Inf. Saeful Husna.
Kasdim berharap seluruh peserta mengikuti kegiatan secara sungguh-sungguh dan menerapkan materi yang diperoleh di Koramil maupun desa binaan masing-masing.
Komandan Kodim 0604/Karawang Letkol Inf. Nanda Siswanto, S.Sos., menegaskan bahwa pemberitaan bukan sekadar publikasi, melainkan sarana membangun kepercayaan masyarakat melalui penyampaian informasi yang benar, objektif, dan bertanggung jawab.
“Jaringan media yang terintegrasi harus mampu menghadirkan informasi dari lapangan secara cepat tanpa meninggalkan prinsip akurasi. Setiap narasi yang dipublikasikan harus berdasarkan fakta, memiliki nilai edukasi, serta mencerminkan komitmen TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, ” tegas Letkol Inf. Nanda Siswanto.
Menurutnya, peningkatan kemampuan jurnalistik Babinsa juga akan memperkuat sistem deteksi dini dan cegah dini terhadap berbagai informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan di wilayah.
Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap menyampaikan bahwa penguatan jaringan media dari tingkat Babinsa hingga satuan atas merupakan langkah strategis untuk membangun komunikasi publik yang terpadu.
“Informasi yang berasal dari desa harus dapat dikelola dan diteruskan secara berjenjang dengan cepat, tepat, dan terukur. Melalui jaringan yang terintegrasi dan terinterkoneksi, setiap kegiatan satuan dapat dipublikasikan secara lebih luas sekaligus menjadi bagian dari upaya menangkal informasi palsu dan narasi yang memecah persatuan, ” jelas Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap.
Ia mengingatkan agar personel tetap memedomani etika, keamanan informasi, dan ketentuan yang berlaku dalam setiap proses produksi maupun publikasi berita.
Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menekankan pentingnya kemampuan komunikasi strategis bagi prajurit di tengah perkembangan ruang digital yang semakin dinamis.
“Perang kognitif berusaha memengaruhi cara berpikir, persepsi, dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, prajurit harus hadir dengan informasi yang benar, menenangkan, mencerdaskan, dan memperkuat persatuan. Bangunlah narasi berdasarkan fakta serta tampilkan pengabdian prajurit secara jujur dan bertanggung jawab, ” pesan Mayjen TNI Kosasih.
Pangdam juga mendorong agar jaringan media online Kodam III/Siliwangi menjadi sarana kolaborasi untuk menyampaikan berbagai kegiatan pembinaan teritorial dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui asistensi dan monitoring tersebut, para Babinsa diharapkan tidak hanya semakin terampil menjalankan tugas pembinaan wilayah, tetapi juga mampu menjadi komunikator yang profesional dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Jaringan media yang kuat, berjenjang, dan terintegrasi dinilai menjadi kebutuhan penting dalam menjaga kepercayaan publik serta menghadapi tantangan informasi pada era digital. (PERS)
















































