Kodim 0619/Purwakarta Perkuat Jaringan Media Online hingga Tingkat Babinsa

1 month ago 9

PURWAKARTA – Kodim 0619/Purwakarta menggelar kegiatan Asistensi dan Monitoring Pembentukan Jaringan Media Online untuk meningkatkan kemampuan personel dalam menyusun narasi pemberitaan kinerja satuan, Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Makodim 0619/Purwakarta, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 21, Kelurahan Nagri Kidul, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tersebut diikuti oleh perwakilan Babinsa dari Koramil jajaran Kodim 0619/Purwakarta.

Asistensi dan monitoring ini menjadi bagian dari upaya membangun jaringan informasi yang terintegrasi dan terinterkoneksi, mulai dari tingkat Babinsa, Koramil, Kodim, Korem hingga Kodam III/Siliwangi. Melalui jaringan tersebut, berbagai kegiatan dan pengabdian prajurit di tengah masyarakat diharapkan dapat terdokumentasi serta dipublikasikan secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab.

Kegiatan menghadirkan Ketua Umum Jurnalis Nasional Indonesia (JNI), Dr. Ir. Hendri, ST., MT., sebagai narasumber dengan materi bertajuk Media Jaringan Terintegrasi dan Terinterkoneksi dari Tingkat Babinsa hingga Kodam III/Siliwangi.

Dalam pemaparannya, Hendri menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah pola produksi, distribusi, dan konsumsi informasi. Oleh karena itu, setiap satuan perlu memiliki jaringan media yang mampu menyampaikan informasi secara terstruktur tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik.

“Jaringan media yang terintegrasi dan terinterkoneksi akan mempercepat penyampaian informasi mengenai kinerja satuan. Kegiatan Babinsa di desa binaan tidak boleh berhenti sebagai laporan internal, tetapi perlu diolah menjadi informasi publik yang faktual, edukatif, dan memberikan manfaat kepada masyarakat, ” kata Dr. Ir. Hendri, ST., MT.

Ia menambahkan, Babinsa merupakan ujung tombak satuan teritorial yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, Babinsa memiliki banyak sumber informasi positif, mulai dari kegiatan ketahanan pangan, pendampingan pembangunan desa, penanganan bencana, pelayanan kesehatan, gotong royong hingga pembinaan generasi muda.

“Melalui kemampuan menulis narasi yang baik, kegiatan sederhana di lapangan dapat menjadi pemberitaan yang bernilai. Kuncinya adalah ketepatan data, kejelasan tujuan kegiatan, unsur kemanusiaan, dokumentasi yang kuat, serta penggunaan bahasa yang mudah dipahami, ” ujarnya.

Narasumber lainnya, Ketua Tim Asistensi dan Monitoring Media Online Kodam III/Siliwangi, Dr. Sulhan, SH., S.Pd., S.Psi., M.Kn., menyampaikan materi mengenai perang kognitif dan perubahan karakter ancaman pada era digital.

Menurut Sulhan, ruang digital telah berkembang menjadi medan kontestasi informasi. Informasi yang tidak akurat, provokatif, dan manipulatif dapat memengaruhi cara berpikir, emosi, serta perilaku masyarakat.

“Perang modern tidak selalu menggunakan senjata fisik. Ada perang kognitif yang berusaha menguasai persepsi, pikiran, dan emosi masyarakat melalui informasi. Karena itu, personel TNI harus memiliki literasi digital, kemampuan membaca situasi, serta kecakapan menyampaikan informasi yang benar dan menenangkan, ” ujar Dr. Sulhan, SH., S.Pd., S.Psi., M.Kn.

Ia menekankan bahwa pemberitaan satuan harus mengedepankan fakta, tidak berlebihan, tidak mengandung informasi yang belum terverifikasi, serta tetap memperhatikan keamanan informasi.

“Kecepatan memang penting, tetapi ketepatan jauh lebih utama. Narasi yang dibuat harus mampu memperkuat kepercayaan masyarakat kepada TNI, menjaga persatuan, serta tidak memberi ruang bagi berkembangnya disinformasi dan propaganda yang merugikan bangsa, ” katanya.

Salah seorang peserta, Yahya Sunarya, Babinsa Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan, mengaku kegiatan tersebut memberikan tambahan pengetahuan praktis dalam mendokumentasikan dan menarasikan kegiatan pembinaan wilayah.

“Selama ini Babinsa banyak melaksanakan kegiatan bersama masyarakat, tetapi belum semuanya dapat disampaikan dalam bentuk berita yang baik. Melalui asistensi ini, kami semakin memahami cara menentukan sudut pandang, melengkapi unsur informasi, mengambil dokumentasi, serta menyusun narasi yang layak dipublikasikan, ” ungkap Yahya Sunarya.

Ia berharap pembinaan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga kemampuan personel dalam mengelola informasi semakin meningkat.

Kasdim 0619/Purwakarta Mayor Inf. Jaja Jamaludin mengatakan, pembentukan jaringan media online merupakan langkah strategis untuk memperkuat fungsi penerangan satuan dan meningkatkan kualitas publikasi kegiatan teritorial.

“Setiap kegiatan harus dipertanggungjawabkan, baik secara administrasi maupun kepada masyarakat. Pemberitaan yang akurat menjadi salah satu sarana untuk memperlihatkan bahwa TNI terus bekerja, hadir, dan memberikan manfaat di tengah kehidupan masyarakat, ” kata Mayor Inf. Jaja Jamaludin.

Menurutnya, para peserta diharapkan dapat meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada personel lain di Koramil masing-masing.

“Setelah kegiatan ini, kemampuan tersebut harus diterapkan di lapangan. Kami berharap setiap Koramil memiliki personel yang mampu menghimpun data, menyusun narasi, memilih dokumentasi, dan berkoordinasi dengan jaringan media satuan, ” tambahnya.

Komandan Kodim 0619/Purwakarta Letkol Arh Fredy Jaguar, S.Sos., menegaskan bahwa publikasi bukan sekadar menyebarkan kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari komunikasi publik dan pertanggungjawaban kinerja satuan.

“Babinsa bekerja langsung di tengah masyarakat dan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas wilayah. Kinerja tersebut perlu disampaikan melalui pemberitaan yang objektif agar masyarakat memperoleh informasi yang benar mengenai berbagai bentuk pengabdian TNI, ” ujar Letkol Arh Fredy Jaguar.

Dandim meminta seluruh personel tetap memedomani aturan, menjaga etika, dan memperhatikan keamanan informasi dalam setiap publikasi.

“Jangan sampai semangat untuk menyampaikan informasi justru mengabaikan ketelitian. Setiap nama, lokasi, waktu, data, foto, dan pernyataan harus diperiksa sebelum dipublikasikan. Berita yang baik harus faktual, berimbang, dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, ” tegasnya.

Sementara itu, Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap menyampaikan bahwa penguatan jaringan media menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas pembinaan teritorial.

“Keberadaan jaringan media hingga tingkat Babinsa akan memudahkan satuan memperoleh informasi dari wilayah secara cepat. Namun, setiap informasi harus melalui proses verifikasi dan koordinasi agar pemberitaan yang disampaikan memiliki akurasi serta dapat dipertanggungjawabkan, ” kata Kolonel Inf. Hista Soleh Harahap.

Danrem menambahkan, media satuan harus menjadi sarana untuk menyampaikan pesan persatuan, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta menangkal informasi menyesatkan.

“Publikasi harus menghadirkan optimisme dan memperlihatkan solusi. TNI tidak hanya hadir ketika terjadi permasalahan, tetapi juga mendampingi masyarakat dalam pembangunan, ketahanan pangan, kesehatan, pendidikan, pelestarian lingkungan, dan berbagai kegiatan sosial, ” jelasnya.

Pangdam III/Siliwangi Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menegaskan bahwa kemampuan komunikasi publik merupakan bagian penting dari profesionalisme prajurit dalam menghadapi perkembangan lingkungan strategis.

“Prajurit harus mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi informasi. Setiap informasi mengenai kegiatan satuan harus disampaikan secara cepat, tepat, aman, dan bertanggung jawab, sehingga masyarakat mengetahui bahwa TNI senantiasa hadir dan bekerja untuk kepentingan rakyat, ” ujar Mayjen TNI Kosasih.

Pangdam juga mengingatkan agar jaringan media yang dibentuk tidak hanya berorientasi pada banyaknya publikasi, tetapi lebih mengutamakan kualitas, akurasi, dan dampak positif pemberitaan.

“Jadikan media sebagai sarana memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat. Bangun narasi yang mencerdaskan, menyejukkan, menjaga persatuan, serta mampu melindungi masyarakat dari pengaruh disinformasi dan perang kognitif, ” tegasnya.

Melalui kegiatan asistensi dan monitoring tersebut, Kodim 0619/Purwakarta diharapkan mampu membangun jaringan media online yang profesional, terkoordinasi, dan berkelanjutan. Jaringan itu akan menjadi penghubung informasi dari desa binaan hingga tingkat Kodam III/Siliwangi sekaligus memperkuat transparansi dan kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan tugas TNI. (PERS)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |