Kodim 1401/Majene Uji Kesiapan Hadapi Karhutla, Apel Gelar Pasukan dan Simulasi Pemadaman Libatkan Lintas Sektor

14 hours ago 5

MAJENE — Kodim 1401/Majene melaksanakan apel gelar pasukan dan simulasi penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Majene. Kegiatan tersebut dipimpin Dr. H. A. Achmad Syukri Tammalele, S.E., M.M. (Bupati Majene) dan berlangsung di Lapangan Makodim 1401/Majene, Kelurahan Lembang, Kec. Banggae Timur, Kab. Majene, Kamis (3/9/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan sekaligus memastikan koordinasi antarinstansi dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya saat memasuki musim kemarau. Setelah apel, personel mengikuti simulasi penanganan Karhutla, termasuk penggunaan peralatan pemadaman dan langkah-langkah penanganan di lokasi kejadian.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kolonel Inf Abd Rahman (Kasrem 142/Tatag), Kolonel Inf Wiji Untoro (Kasi Ops Korem 142/Tatag), Letkol Czi Aji Setyawan, S.H., M.I.P. (Dandim 1401/Majene), Mayor Arm Husain (Kasdim 1401/Majene), Kompol Muh. Akhir Anwar, S.H. (Wakapolres Majene), Andi Irfan, S.H., M.H. (Kajari Kab. Majene), H. Ardiansyah, S.STP. (Sekda Majene), Suardi, S.Ag., M.Pe. (Kepala BPBD Kab. Majene), Muh. Sahid, S.Ag., M.Ag. (Camat Banggae), Andi Fikri, S.E. (Camat Banggae Timur), serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Majene menegaskan bahwa apel gelar dan simulasi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya menguji kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi kondisi darurat.

“Simulasi hari ini sangat penting. Ini bukan sekadar formalitas. Ini adalah latihan nyata untuk menguji kesiapan kita, menguji kekompakan lintas sektor, dan menguji peralatan yang kita miliki, ” ujar Bupati.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI, Polri, BPBD, Tim SAR, Manggala Agni hingga para relawan serta meminta seluruh rangkaian simulasi dilaksanakan secara serius agar setiap personel memahami tugas dan tanggung jawabnya saat terjadi Karhutla.

Sementara itu, Dandim 1401/Majene menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Majene. Menurutnya, penanganan Karhutla membutuhkan kecepatan, koordinasi dan kerja sama seluruh pihak, mulai dari pencegahan hingga proses pemadaman dan penanganan pascakejadian.

“Kita ingin memastikan seluruh personel memahami tugasnya dan mampu bergerak cepat ketika terjadi Karhutla. Pencegahan harus menjadi langkah utama, namun kesiapan menghadapi kondisi darurat juga harus terus dilatih, ” ujarnya.

Selain apel gelar pasukan dan simulasi, kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi serta pemasangan baliho imbauan bahaya kebakaran sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |