Koops TNI Papua Sita Basis dan Logistik Kelompok Daniel Aibon

1 hour ago 1

NABIRE - Tim patroli gabungan Komando Operasi TNI Papua (Koops TNI Papua) dilaporkan berhasil memukul mundur kelompok bersenjata yang disebut sebagai bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB-OPM) di wilayah Kepala Air, Nabarua Atas, Kampung Kaliharapan, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire Minggu (1/3/2026).

Dalam keterangan resmi yang diterima, patroli yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIT hingga malam hari itu mengarah pada lokasi yang diduga menjadi basis pergerakan dan penyimpanan logistik kelompok pimpinan Daniel Aibon Kogoya (Danyon Ndulamo Kodap III Ndugama).

Saat tim mendekati titik sasaran, terjadi kontak tembak antara aparat dan kelompok bersenjata. Situasi tersebut membuat kelompok tersebut mundur ke arah hutan sekitar dan meninggalkan sejumlah perlengkapan di lokasi.

Kepala Penerangan Koops TNI Papua, Letkol Inf M. Wirya Arthadiguna, S.H., M.Si., menyatakan operasi dilaksanakan secara terukur dan profesional.

“Tim patroli gabungan Koops TNI Papua berhasil melakukan penyergapan terhadap kelompok bersenjata pimpinan Daniel Aibon Kogoya dan menguasai lokasi yang diduga menjadi markasnya. Sejumlah barang bukti telah kami amankan untuk proses lebih lanjut, ” ujarnya.

Ia menambahkan, kontak tembak terjadi saat personel mendekati lokasi.

“Ketika tim mendekati sasaran, terjadi perlawanan bersenjata. Namun kelompok tersebut akhirnya mundur dan melarikan diri ke hutan, meninggalkan perlengkapan operasionalnya, ” tegasnya.

Dari lokasi yang dikuasai, aparat mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain ratusan butir amunisi berbagai kaliber, 10 magazen senjata laras panjang, lima unit handy talky, 12 unit telepon genggam, uang tunai sebesar Rp79, 7 juta, serta atribut dan perlengkapan lapangan lainnya. Seluruh barang bukti telah diamankan untuk proses penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Koops TNI Papua menyebut keberhasilan operasi tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang gerak kelompok bersenjata di wilayah Nabire. Hilangnya basis dan logistik utama dinilai berdampak pada melemahnya kemampuan operasional kelompok tersebut.

(Wartamiliter)

Read Entire Article
Karya | Politics | | |