Laba Jasa Raharja Melonjak 138 Persen, Transformasi Perkuat Layanan Santunan bagi Masyarakat

2 hours ago 3

JAKARTA – PT Jasa Raharja (Persero) mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang Tahun Buku 2025. Perusahaan berhasil membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2, 30 triliun atau meningkat 138, 54 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp963, 74 miliar. Capaian tersebut sekaligus melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) hingga 175, 68 persen.

Kinerja positif tersebut dipaparkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2025 yang digelar di Jakarta, Senin (20/7). RUPS menyetujui Laporan Tahunan serta mengesahkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025, sekaligus membahas Laporan Hasil Evaluasi Kinerja, Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil, serta Laporan Kepatuhan dan Pengendalian Internal.

Direktur Utama PT Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari transformasi bisnis yang dijalankan secara berkelanjutan, penguatan tata kelola perusahaan, serta komitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan kinerja keuangan tidak hanya menjadi indikator keberhasilan perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi dalam memperkuat perlindungan dasar bagi masyarakat, meningkatkan tata kelola perusahaan, serta memberikan nilai tambah bagi negara.

Sepanjang 2025, pendapatan asuransi Jasa Raharja mencapai Rp8, 17 triliun, meningkat dibandingkan Rp7, 49 triliun pada tahun sebelumnya. Hasil jasa asuransi juga naik menjadi Rp1, 95 triliun, sementara pendapatan investasi tumbuh sekitar 73 persen menjadi Rp1, 40 triliun. Laba sebelum pajak turut melonjak menjadi Rp2, 57 triliun.

Dari sisi fundamental, total aset konsolidasian perusahaan meningkat menjadi Rp20, 63 triliun dengan nilai ekuitas mencapai Rp12, 62 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan semakin kuatnya kemampuan finansial perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat.

Arus kas operasional juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang 2025, arus kas dari aktivitas operasi mencapai sekitar Rp1, 74 triliun atau meningkat hampir 115 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Penerimaan premi naik menjadi Rp6, 87 triliun, sementara pembayaran klaim tetap terjaga secara optimal.

Penguatan kinerja tersebut turut didukung penerapan tata kelola perusahaan yang konsisten. Laporan keuangan konsolidasian Jasa Raharja kembali memperoleh opini "Wajar dalam Semua Hal yang Material" dari auditor independen. Selain itu, perusahaan juga berhasil mempertahankan peringkat idAAA/Stable yang mencerminkan kemampuan sangat kuat dalam memenuhi kewajiban finansial jangka panjang.

Muhammad Awaluddin menegaskan bahwa transformasi perusahaan akan terus diarahkan pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Digitalisasi layanan, penguatan kolaborasi dengan para pemangku kepentingan, serta penyediaan perlindungan dasar yang semakin cepat, mudah, dan tepat sasaran akan terus menjadi prioritas perusahaan.

Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Sepanjang 2025, Jasa Raharja merealisasikan anggaran TJSL sebesar Rp32, 33 miliar yang digunakan untuk berbagai program pemberdayaan masyarakat, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta kegiatan sosial yang seluruh indikator kinerjanya berhasil mencapai target.

Seiring penguatan kinerja keuangan, kualitas pelayanan kepada masyarakat juga terus mengalami peningkatan. Hingga Juni 2026, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp1, 61 triliun kepada 74.934 korban kecelakaan di seluruh Indonesia.

Dari total santunan tersebut, pembayaran santunan korban luka-luka melalui mekanisme Guarantee Letter (GL) mencapai Rp849 miliar atau sekitar 99 persen dari total santunan luka-luka. Sistem ini memungkinkan korban memperoleh penanganan medis lebih cepat tanpa harus menunggu proses administrasi yang panjang.

Transformasi digital yang dilakukan perusahaan juga berdampak pada percepatan penyelesaian santunan. Hingga Juni 2026, rata-rata waktu penyerahan santunan meninggal dunia hanya membutuhkan 1 hari 1 jam. Kecepatan layanan tersebut didukung kerja sama dengan 2.853 rumah sakit di seluruh Indonesia serta integrasi sistem pelayanan bersama Kepolisian Republik Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain fokus pada pelayanan pascakecelakaan, Jasa Raharja juga memperkuat upaya pencegahan melalui berbagai program keselamatan transportasi. Sepanjang semester pertama 2026, perusahaan telah melaksanakan 4.366 program keselamatan yang mencakup edukasi keselamatan berlalu lintas, penguatan infrastruktur, operasi gabungan lintas instansi, riset daerah rawan kecelakaan, hingga pengembangan inovasi teknologi keselamatan.

Melalui pertumbuhan kinerja yang berkelanjutan, penguatan tata kelola, transformasi digital, serta peningkatan kualitas pelayanan, Jasa Raharja menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan perlindungan dasar yang semakin cepat, profesional, dan mudah diakses, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan transportasi yang lebih aman bagi masyarakat Indonesia.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |