Lapas Bojonegoro Koordinasi dengan Petani Lokal, Kembangkan Pembinaan Pertanian bagi Warga Binaan di SAE LBIC Mojoranu

1 day ago 2

Bojonegoro – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bojonegoro terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan koordinasi dan sharing pengetahuan pertanian bersama petani lokal dengan meninjau langsung lahan pertanian dan peternakan milik Lapas Bojonegoro yang berada di kawasan SAE LBIC Mojoranu.(06-03-2026)

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Bojonegoro, Suyatno, yang melakukan pemantauan sekaligus diskusi bersama para petani terkait perkembangan tanaman padi serta pengelolaan lahan pertanian yang ada di lokasi tersebut.

Dalam kegiatan tersebut, Suyatno menyampaikan bahwa koordinasi dengan para petani lokal sangat penting untuk meningkatkan kualitas pengelolaan lahan pertanian yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.

“Melalui kegiatan ini kami dapat saling bertukar informasi dan pengalaman dengan para petani lokal mengenai teknik budidaya padi yang lebih efektif, sehingga lahan pertanian yang kami kelola dapat memberikan manfaat maksimal, baik dari sisi hasil maupun sebagai sarana pembelajaran bagi warga binaan, ” ujar Suyatno.

Lahan pertanian dan peternakan yang berada di SAE LBIC Mojoranu tersebut memang difokuskan sebagai wahana pembinaan bagi warga binaan. Di lokasi ini, warga binaan diberikan kesempatan untuk belajar langsung mengenai dasar-dasar pertanian dan peternakan sebagai bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Bojonegoro, Hari Winarca, menegaskan bahwa program pembinaan berbasis pertanian ini merupakan salah satu upaya nyata Lapas dalam mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan yang produktif saat bebas nanti.

“Lahan pembinaan di SAE LBIC Mojoranu ini kami manfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi warga binaan agar mereka memiliki bekal keterampilan, khususnya di bidang pertanian dan peternakan. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat, mereka sudah memiliki pengetahuan dasar yang bisa dikembangkan menjadi usaha yang bermanfaat, ” ungkap Hari Winarca.

Ia menambahkan bahwa sinergi dengan petani lokal menjadi langkah penting untuk memastikan proses pembinaan berjalan lebih efektif serta memberikan pengalaman nyata bagi warga binaan dalam memahami praktik pertanian yang baik.

Melalui kegiatan koordinasi dan pemantauan ini, Lapas Bojonegoro berharap program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dapat terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi warga binaan dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.

Read Entire Article
Karya | Politics | | |