AGAM - Di tengah duka dan kehancuran akibat banjir bandang dan longsor akhir November 2025, masyarakat Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menemukan secercah harapan baru. Perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah bukan sekadar hari raya, melainkan menjadi simbol kebangkitan dan semangat untuk bangkit dari keterpurukan.
Wali Jorong Labuah, Elbama, mengungkapkan bahwa persiapan salat Idul Fitri dilakukan demi memulihkan semangat warga yang terdampak bencana. Masjid yang menjadi pusat kegiatan keagamaan sebelumnya telah rata dengan tanah akibat amukan banjir.
“Target kita untuk mengadakan salat Id di lapangan untuk menyatukan masyarakat kita Jorong Labuh yang selama ini sudah berpencar. Jadi sekarang kita usahakan menyatukan di sini biar tidak ada rasa kesepian, bisa mengubati luka-luka yang kena bencana, ” ujar Elbama usai pelaksanaan shalat Idul Fitri pada Jumat (19/03/2026).
Upaya pemulihan terlihat dari pengerahan alat berat untuk membersihkan material longsor dari area masjid yang hancur, berjarak sekitar 200 meter dari tepi sungai. Lapangan yang kini menjadi saksi bisu ibadah warga ini, rencananya akan menjadi lokasi pembangunan masjid baru.
Bencana dahsyat tersebut menyisakan luka mendalam bagi 1.100 jiwa warga Jorong Labuah, yang terdiri dari 310 kepala keluarga. Sebanyak 78 rumah dilaporkan rusak berat dan 11 unit lainnya mengalami kerusakan ringan. Tak hanya rumah, fasilitas umum vital seperti masjid dan sekolah pun tak luput dari kehancuran.
Di balik senyum Idul Fitri, Nur Aini berbagi rasa. Meski duka masih membayangi, ia berharap momen Lebaran ini menjadi titik awal kebangkitan semangat untuk menata hari esok yang lebih baik. “Mudah-mudahan di awal lebaran ini, kita membangkitkan semangat kita, agar kita tidak memikirkan yang kacau-balau itu. Dengan Lebaran ini, mudah-mudahan Allah memberi kita hidayah dan rahmatnya kepada kita. Mudah-mudahan kami disini warga Jorong Labuh dengan keadaan begini, Allah memberi cobaan kepada kita, supaya kita bangkit dan berhasil, ” tuturnya penuh harap.
Perasaan yang sama diungkapkan Jusniar, yang mengenang dahsyatnya banjir galodo yang meluluhlantakkan rumahnya. Ia mengakui perayaan Idul Fitri kali ini terasa sangat berbeda, namun tetap berusaha tegar.
“Sudah porak-poranda sekarang, hancur semuanya, kami sudah berantakan. Tapi ya mencoba lebih berbahagia untuk menghadapi keadaan seperti ini, cobaan seperti ini, ” katanya dengan nada lirih namun penuh ketegaran.
Masyarakat Jorong Labuah yang mayoritas warga Muhammadiyah, melaksanakan salat Idul Fitri pada Jumat. Ibadah sakral ini digelar di lapangan terbuka, berdampingan dengan bebatuan besar sisa banjir dan alat berat yang menjadi saksi bisu upaya pemulihan.
Data Dashboard Satu Data Bencana Sumatera Barat mencatat sedikitnya 272 bangunan di Nagari Sungai Batang mengalami kerusakan, dengan taksiran kerugian mencapai Rp98, 7 miliar. (PERS)















































