JAKARTA - Momen penuh kehangatan Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 ini akan terasa lebih spesial bagi ratusan warga binaan di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) di wilayah DKI Jakarta. Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) DKI Jakarta memastikan bakal membuka layanan kunjungan istimewa bagi keluarga yang merayakan lebaran.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) DKI Jakarta, H. Azhari, menjelaskan bahwa kesempatan berharga ini akan tersedia selama dua hari penuh, yakni pada hari pertama dan kedua Idul Fitri.
"Jadi semua untuk lapas dan rutan se-DKI Jakarta membuka kunjungan selama dua hari. Namanya layanan kunjungan kepada masyarakat, " ungkap Azhari saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (20/03/2026).
Ia menambahkan, meskipun hari raya Idul Fitri merupakan tanggal merah, semangat kebersamaan tetap dijunjung tinggi. Pihak lapas dan rutan berupaya memberikan ruang bagi warga binaan untuk merasakan kebahagiaan berkumpul bersama keluarga tercinta di hari yang fitri.
Layanan kunjungan ini akan dimulai setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri pada hari pertama lebaran, dan akan berlangsung hingga siang hari. Sementara itu, pada hari kedua lebaran, kunjungan akan dibuka mulai pukul 09.00 WIB.
"Meskipun hari libur kami memberi waktu agar masyarakat bisa mengunjungi keluarganya, " tegas Azhari.
Kabar gembira ini memungkinkan keluarga untuk membawa beragam hidangan khas lebaran yang menggugah selera, seperti opor ayam yang lezat, aneka kue kering seperti nastar, hingga minuman kesegaran, untuk dinikmati bersama orang terkasih yang sedang menjalani masa pidana.
Namun, Azhari mengingatkan bahwa terdapat sejumlah persyaratan mutlak yang harus dipatuhi oleh setiap pengunjung. Kunjungan hanya diperuntukkan bagi keluarga inti dari warga binaan, yang dibuktikan dengan identitas diri yang sah.
"Syarat dan ketentuan berlaku, yang jelas masih ada hubungan keluarga, ketentuan bisa dilihat di website, " jelasnya.
Setiap bingkisan makanan yang dibawa akan melalui proses pemeriksaan ketat oleh petugas keamanan. Hal ini demi menjaga ketertiban dan keamanan, sehingga pengunjung tidak diperkenankan membawa alat makan atau wadah yang berpotensi membahayakan, seperti pisau, garpu, sendok, dan piring kaca.
"Boleh membawa makanan kesukaan, tapi semuanya harus diperiksa, " terangnya.
Untuk kenyamanan para pengunjung, pihak lapas dan rutan telah menyiapkan tenda khusus sebagai area tunggu.
Azhari merinci, total terdapat 13 satuan kerja pemasyarakatan di seluruh DKI Jakarta, termasuk tiga rutan, yang semuanya siap menyambut momen silaturahmi lebaran ini.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa lapas, seperti Lapas Narkotika Cipinang, Lapas Kelas I Cipinang, dan Rutan Kelas I Cipinang, telah sigap mendirikan tenda-tenda penunjang layanan kunjungan lebaran. (PERS)















































