BARRU – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Baruga ColliPujie, Sabtu (18/4/2026), saat Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pancana, Kecamatan Tanete Rilau, menggelar rapat pleno penetapan dan pengundian nomor urut calon kepala desa.
Momentum ini mencatatkan sejarah unik bagi Desa Pancana. Untuk pertama kalinya, kontestasi politik tingkat desa ini diikuti oleh tiga putra terbaik yang merupakan purnawirawan dari tiga matra berbeda.
Berdasarkan hasil pengundian, nomor urut 1 ditempati oleh Muhammad Sulaiman (Purnawirawan TNI AU), nomor urut 2 Muhammad Natsir (Purnawirawan TNI AD), dan nomor urut 3 diraih oleh petahana, Muh. Idris T (Purnawirawan Polri).
Ada momen emosional saat prosesi pencabutan nomor urut berlangsung. Muh. Idris T berhasil mendapatkan nomor urut 3, angka yang memang menjadi harapannya sejak awal. Baginya, terpilihnya nomor 3 bukan sekadar kebetulan, melainkan jawaban atas doa yang ia panjatkan terjabah sebelum memasuki baruga Collipujie.
"Alhamdulillah, apa yang saya doakan sebelumnya benar-benar terwujud. Mendapatkan nomor urut 3 ini menjadi suntikan semangat bagi kami untuk melanjutkan pengabdian, " ungkap Idris dengan nada syukur.
Pemandangan menyejukkan terlihat sesaat setelah pengundian selesai. Ketiga calon secara spontan saling bergandengan tangan di hadapan panitia dan simpatisan. Aksi ini menjadi pesan kuat bahwa meski berada dalam arena kompetisi, sportivitas tetap menjadi prioritas utama di Desa Pancana.
Sebagai petahana, Muh. Idris T menegaskan bahwa misinya maju kembali adalah untuk memastikan estafet pembangunan tidak terhenti. Ia berkomitmen menuntaskan program-program strategis yang telah ia rintis pada periode pertama.
"Kami siap melanjutkan pembangunan Desa Pancana yang telah terlaksana. Fokus kami ke depan adalah memastikan program berjalan berkesinambungan demi mewujudkan masyarakat yang lebih maju dan sejahtera, " tambahnya di hadapan awak media.
Ketua Panitia Pilkades Pancana, Fahrul Islam, SKM, M.Kes, menjelaskan bahwa tahapan penetapan nomor urut ini dilaksanakan serentak di 12 desa se-Kabupaten Barru. Ia mengapresiasi kedewasaan berpolitik para calon dan berharap suasana kondusif ini terjaga hingga hari pemungutan suara.
“Kami berharap seluruh elemen masyarakat dan simpatisan dapat bersinergi menjaga keamanan serta kenyamanan. Mari kita kawal proses ini hingga pemungutan suara pada Mei mendatang agar berjalan lancar dan demokratis, ” tutup Fahrul.












































