BARRU - Tantangan geografis dan keterbatasan akses informasi di pelosok desa kini mulai mendapat solusi nyata. Melalui program Pengabdian Masyarakat Tahun 2026, mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar menghadirkan terobosan digital melalui tiga program inovatif: SIPAKATAU, SIPAKAINGE, dan SIPAKALEBBI di Desa Bacu-Bacu, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru.
Langkah progresif ini lahir dari kolaborasi tiga program studi, yakni Administrasi Pembangunan Negara (APN), Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur (MSDMA), serta Administrasi Bisnis Sektor Publik (ABSP).
Berdasarkan observasi lapangan, Desa Bacu-Bacu yang terbagi atas tiga wilayah Dusun Batu Lappa, Dusun Ammerung, dan Dusun Ampiri memiliki jarak antar dusun yang cukup berjauhan.
Kondisi ini membuat penyebaran informasi terkait pelayanan publik, persyaratan administrasi, hingga promosi potensi desa belum sepenuhnya menjangkau seluruh warga secara merata.

Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa menghadirkan tiga pilar inovasi digital yang disesuaikan dengan kearifan lokal nilai Sipakatau, Sipakainge, dan Sipakalebbi:
1. SIPAKATAU: Integrasi Layanan Administrasi dalam Satu Tautan
Dikembangkan oleh Prodi Administrasi Pembangunan Negara (APN), SIPAKATAU (Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kelengkapan Terpadu) hadir sebagai solusi atas kesulitan warga memperoleh informasi persyaratan administrasi. Menggunakan platform Google Form, sistem ini merangkum seluruh persyaratan layanan desa dalam satu tautan praktis.
Selain memuat fitur pengaduan masyarakat, program ini juga dilengkapi modul panduan penggunaan yang diserahkan langsung kepada Pemerintah Desa Bacu-Bacu guna memastikan keberlanjutan layanan.
2. SIPAKAINGE: Saluran Komunikasi Cepat Lewat WhatsApp Channel
Melalui Prodi Manajemen Sumber Daya Manusia Aparatur (MSDMA), inovasi SIPAKAINGE (Sistem Informasi Penyampaian Aspirasi, Komunikasi, dan Integrasi) diluncurkan untuk mempererat komunikasi antara pemerintah desa dan warga.
Memanfaatkan WhatsApp Channel, warga dapat dengan mudah memindai QR Code atau mengeklik tautan yang disediakan untuk menerima pengumuman resmi dan informasi penting langsung melalui gawai masing-masing, menciptakan transparansi dan efektivitas komunikasi.
3. SIPAKALEBBI: Etalase Digital Potensi Wisata dan UMKM Desa
Potensi pertanian, UMKM, dan pariwisata Desa Bacu-Bacu yang sebelumnya belum terekspos secara maksimal kini diangkat melalui SIPAKALEBBI (Sistem Informasi Profil dan Akses Layanan Berbasis Integrasi) oleh Prodi Administrasi Bisnis Sektor Publik (ABSP).
Platform ini mengintegrasikan profil desa, aset, serta akses layanan publik ke dalam media sosial yang mudah diakses oleh masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar desa.
Meskipun Desa Bacu-Bacu saat ini masih menghadapi tantangan keterbatasan jaringan internet, langkah mahasiswa Politeknik STIA LAN Makassar ini dinilai sebagai investasi jangka panjang yang visioner. Digitalisasi dipandang sebagai fondasi penting untuk mempersiapkan desa menghadapi era modern yang adaptif dan efektif.
Seluruh luaran program telah diserahkan secara resmi kepada Pemerintah Desa Bacu-Bacu melalui forum Seminar Hasil Pengabdian Masyarakat.
Penyerahan ini menandai komitmen kuat civitas akademika dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memberikan solusi nyata yang berkelanjutan bagi kemajuan masyarakat desa.

















































